0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Penulis: Khudri | Editor: Masyhari

RumahBaca.id – Sebanyak 50 mahasiswa penerima beasiswa dari perwakilan 3 kampus yaitu STKIP PADHAKU, STKIP Al-Amin, dan AMIK Purnamaniaga mengikuti talkshow pendidikan dengan tema “Satu Desa Satu Sarjana: Anak Desa Bisa Kuliah” yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Indramayu (AMIN) pada Jumat 24 Desember 2021 yang bertempat di Ballroom Hotel Trisula Indramayu.

Dengan dihadiri oleh Ketua STKIP al-Amin, Dr. H. Masduki Duriyat, MS.M.Pd.I, Ketua STKIP PADHAKU, Taufik Zaenal Mustofa, M.Si, Direktur AMIK Purnamaniaga Hadi Santosa, SE.MM dan dibuka Drs. H. Sugeng Haryanto, M.Si selaku staff ahli bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum mewakili Bupati Indramayu acara tersebut berjalan dengan sangat lancar.

Drs. H. Sugeng Haryanto, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan positif yang diadakan AMIN dan menyampaikan bahwa anak muda Indramayu pasti bisa untuk membangun Indramayu.

“Hal itu terbukti dari saya sendiri yang berasal dari desa dari anak petani, akhirnya bisa kuliah di APBN, dan berkarir dari bawah. Awal mula menjadi Lurah, Camat, Kepala Dinas dan hingga saat ini menjadi Staff Ahli. Untuk itu saya nyatakan orang Indramayu pasti bisa,” jelas Sugeng.

Talkshow pendidikan Satu Desa Satu Sarjana: Anak Desa Bisa Kuliah yang digagas oleh AMIN ini berlangsung dengan sangat sukses, karena dikemas dengan konsep anak muda. AMIN mengundang Band Indi Indramayu untuk mengibur peserta dan menyajikan pemateri dari internal AMIN untuk menularkan semangat baik kepada para peserta.

Moh. Bahrul Ulum dalam sesi materi berharap AMIN menjadi rumah besar bagi para pemuda Indramayu dalam mengaktuaslikan diri sesuai dengan passion masing-masing.

“Setelah talkshow pendidikan ini, kami berharap para peserta mengetahui bahwa AMIN sangat terbuka untuk semua kalangan,” lanjut Kang Bahrul.

Dalam acara inti talkshow pendidikan ini ada sesi sharing pengalaman yang disampaikan oleh beberapa internal AMIN, yaitu dari Ketua Umum, Skretaris, bendahara, Perwakilan Divisi Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Desa dan Divisi Pendidikan dan Riset.

Satu hal menarik disampaikan oleh Nurjaman yang merupakan bagian dari Divisi Pendidikan dan Riset AMIN yang menceritakan bahwa ada sosok pemuda Indramayu dengan bekal niat dan tekad mengayuh sepeda sejauh 11 kilometer dari desa ke kampus hanya untuk kuliah.

“Dengan bekal Man jadda wajada yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil, serta keyakinan yang ditopang dengan melakukan lebih dari yang orang lain lakukan, maka akan membuahkan kasil yang memuaskan,” jelas Nurjaman.

Di akhir sesi, Moh. Bahrul Ulum menyampaikan harapan agar talkshow pendidikan dijadikan momentum oleh seluruh anak desa bahwa kesempatan untuk mengakses pendidikan sampai tingkat yang lebih tinggi ada dan nyata.

“AMIN berharap dengan mengadakan talkshow pendidikan “Satu Desa Satu Sarjana: Anak Desa Bisa Kuliah”, para peserta yang hadir bisa menularkan semangat postif dari kegiatan ini ke lingkungan terdekatnya dan ke depan peserta mampu menggadeng pemuda lain untuk sama-sama berjuang dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.[]

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id