0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Oleh: Sanudi*)

RumahBaca.id – Situs makam Buyut Kabayan Tengaro merupakan situs peninggalan zaman dahulu yang masih dilestarikan hingga kini. Situs ini terletak di taman pemakaman umum (TPU) Kabayan Tengaro blok Tengah desa Cangkring kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.

Hingga kini belum diketahui secara pasti sejak kapan situs itu ada. Akan tetapi banyak sejarawan lokal yang percaya bahwa situs tersebut sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali (Walisongo) yang telah menyebarluaskan agama Islam di tanah Cirebon.

Sejarah situs makam Buyut Kabayan Tengaro tak bisa dilepaskan dengan sejarah dakwah sunan Gunung Jati. Menurut cerita yang berkembang, pada awalnya Kabayan Tengaro merupakan pemeluk agama Budha yang mempunyai kesaktian mandraguna. Kesaktiannya tersebut menjadikannya dikenal dan banyak diikuti oleh masyarakat setempat.

Alkisah, sampailah Sunan Gunung Jati di daerah yang bernama Cangkring. Sunan Gunung Jati datang untuk menyebarkan agama Islam di daerah itu. Kabayan Tengaro pun menjadi salah satu pengikut, murid Sang Sunan.

Singkat cerita, Kabayan Tengaro dipercaya oleh Sang Sunan untuk melanjutkan dakwah Islam di Cangkring. Ia memiliki sebuah pendopo yang dijadikan sebagai tempat belajar bagi murid-muridnya. Tempat tersebut hingga saat ini masih terjaga dan dilestarikan sebagai salah satu situs warisan budaya.

Tempat tersebut hanya memiliki satu ruangan, di dalamnya terdapat satu makam besar. Makam tersebut dipercaya sebagai makam Kabayan Tengaro. Di bagian luar terdapat sebuah teras yang cukup luas, hingga saat ini masih digunakan sebagai tempat pertemuan yang berkaitan dengan acara adat setempat. Pada dinding-dinding bangunan tersebut terdapat ukiran nama-nama Khulafaur Rasyidhin, yaitu Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Al-Khattab, Ustman Bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Pada bagian depannya dihiasi dengan ukiran asma Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Pada setiap tahunnya, terdapat sebuah tradisi yang berkaitan dengan situs makam Buyut Kabayan Tengaro. Pada awalnya tradisi tersebut hanya diikuti oleh masyarakat setempat saja. Akan tetapi, saat ini tradisi tersebut sudah berkembang menjadi tradisi yang dirayakan oleh seluruh warga desa, bahkan tak jarang terdapat pula masyarakat dari desa lain yang ikut serta merayakannya. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah “memayu” atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “mempercantik”. Tradisi ini bukan merupakan perayaan hari lahir atau semacamnya, akan tetapi sebuah media silaturahim dan gotong royong sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk merawat dan menjaga situs makam tersebut.

Memayu Kabayan Tengaro merupakan salah satu tradisi yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat desa Cangkring. Dalam tradisi ini terdapat nilai-nilai kearifan, di antaranya yaitu kebersamaan, gotong royong dan persatuan. Tradisi ini bahkan menjadi sarana pesta rakyat, yang diisi dengan “arak-arakan”, pertunjukan seni budaya daerah seperti: tari topeng, wayang kulit, sandiwara, dan lain sebagainya. Selain itu, pengajian umum juga digelar dalam mementum pesta rakyat ini, sebagai sarana dakwah Islam.

Di zaman modern saat ini, sebagian orang berpandangan bahwa menjalankan tradisi dipandang sebagai perbuatan kuno atau ketinggalan zaman. Namun, bila direnungkan secara lebih mendalam, jika sebuah tradisi tidak dilestarikan, cepat atau lambat tradisi yang merupakan kearifan lokal itu akan hilang, sedikit demi sedikit, tergerus perkembangan zaman. Tradisi juga merupakan warisan budaya dari masa lalu yang keberadaannya perlu dipertahankan, sebagai bentuk kekayaan budaya dan menjadi identitas bagi masyarakat setempat.

Karena itu, sebagai generasi muda, kita harus ikut terlibat aktif melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang ada di sekitar kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAI Cirebon

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Babad Sejarah: Situs Makam Buyut Kabayan Tengaro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id