Begini Resep Awet Muda Ala Kak Seto Mulyadi

Oleh Sanudi*)

Siapa yang tak kenal Seto Mulyadi. Mantan ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang biasa disapa Kak Seto ini adalah figur yang dikenal hampir oleh seluruh rakyat Indonesia. Rekam jejaknya sudah terbukti luar biasa. Di bawah kepemimpinannya Komnas PA banyak mengalami kemajuan, dan melakukan terobosan-terobosan besar terkait perlindungan anak di negeri ini.

Kak Seto gayanya sangat nyentrik. Potongan rambut yang sudah puluhan tahun tak berubah membuat masyarakat bisa dengan mudah mengenali dirinya. Hayoo apa ada yang tak kenal dengan kak Seto? Jika ada berarti masa kecil kamu kurang bahagia. Haha.. bercanda Bosque.

Pada malam kemarin secara sengaja saya melihat sebuah acara talk show di salah satu stasiun televisi, yang menghadirkan Kak Seto Mulyadi sebagai bintang tamunya. Yah gimana nggak sengaja, pada waktu yang sama hampir semua stasiun televisi swasta dikuasai oleh salah satu brand tempat belanja online ternama. Hmmm suatu hal tabu yang kiranya akan menjadi kebiasaan tahunan. Hadeuh… Dasar Sapi. Haha..

Yah, dari keterpaksaan awalnya, akhirnya menjadi kesengajaan. Saya mengikuti berjalannya acara ini tidak lengkap seluruhnya, karena sesekali harus berebut remote dengan Uwak tercinta, mau ngelawan takut dosa, ya sudah ikhlas saja.

Dalam acara ini, secara kebetulan saya melihat pada salah satu Segmen di mana Hostnya Dedi Corbuzier dan Melani ~teman si Unyil~ Ricardo bertanya mengenai rahasia ~resep~ awet muda dari kak Seto Mulyadi. Yah, kita tahu dari dulu tak banyak yang berubah dari penampilannya, dan didukung dengan kilas balik perjalanan karirnya, memang yah begitu-begitu saja, yang berubah paling tambah keriput di beberapa bagian wajahnya. Ups.. hehe….

Kak Seto menerangkan jika rahasia dari awet mudanya adalah “GEMBIRA”. Wuih.. berarti harus senang selalu yah? Yah bukan gitu juga kali. Maksud “GEMBIRA” ini adalah singkatan dari G (Gerak) – E (Emosi cerdas) – M (Makan sehat) – B (Bersyukur) – I (Istirahat) – R (Rukun) dan A (Aktif berkarya).

Nah.. kira-kira dari tujuh poin tersebut sudah berapa banyak yang kita jalani? Ya, kali aja, resep awet mudanya manjur ke kita juga. Ntar wajah kita tetap unyu-unyu walau sudah kepala tiga. Hahaha… Yah bukan gitu juga kali.

Tapi, apa salahnya jika kita mencoba menerapkan pola hidup yang sama seperti yang dijalani kak Seto selama ini. Resep pertama, gerak, ojo mager. Poin satu ini sangat berguna bagi para kaum-kaum rebahan. Come on bangun dan bergeraklah, minimal bergerak mindahin bantal ke posisi yang lebih enak, atau muter-muter menjelajahi kasur. Hehe.. yah bukan gitu juga kali. Beraktivitas, bergerak tentu menjadi poin penting jika kita ingin hidup sehat. Ah.. nggak perlu saya jelaskan lebih panjang dah, semua orang juga pasti sudah tahu pentingnya bergerak.

Resep kedua, emosi cerdas. Apa sih yang dimaksud emosi cerdas? Saya saja baru tahu, bahwa emosi harus cerdas ternyata. Selain menimbang alasan untuk emosi, emosi cerdas bisa juga dijelaskan bagaimana cara kita menyampaikan emosi kita. Kak Seto mencontohkan, saat ia marah ia mengatakan, “Ade, Ayah marah”, dengan nada yang lembut. Hehe.. kira-kira kalau kita begitu ke anak kita, manjur nggak yah? Atau jika orang tua kita seperti itu kepada kita, bagaimana reaksi kita? Apakah mengerti atau malah meremehkan. Yah.. gitu aja marahnya ternyata.

Resep ketiga, makan sehat. Tak perlu dijelaskan panjang lebar, sudah jelas resep awet muda yah makan makanan yang sehat. Jadi lanjut yang keempat yah.

Resep keempat, bersyukur. Selain sehat badan sehat jiwa juga penting, salah satu caranya yakni dengan 3B. Bersyukur, Beribadah, dan Bersabar.

Resep kelima, istirahat. Istirahat yang cukup salah satu syarat hidup sehat. Badan kita ini bukan robot, yah serobot-robotnya robot butuh istirahat juga, apalagi manusia.

Resep keenam, rukun. Rukun yah, jangan ngajak ribut tetangga terus. Perasaan tenang dan nyaman, merupakan obat terbaik untuk awet muda. Sudah sehat jasmani, hati juga tentera. Nikmat Tuhan apa lagi yang kamu dustakan. Jadi, yang baik-baik sama tetangga, apa lagi sama keluarga, terlebih sama si doi, yang ruku-rukun biar nggak banyak pikiran. Hehe..

Resep ketujuh, aktif berkarya. Kalau sudah sehat luar dalam, sudah diberi nikmat yang luar biasa oleh Tuhan, maka cara kita bersyukur adalah dengan berkarya. Manfaatkan apa yang kita miliki untuk berkarya, agar hidup kita nggak gini-gini aja gitu. Termasuk sekarang nih, saya sedang berkarya, lewat tulisan yang insyaallah bermanfaat bagi yang lain. Hanya saja, sayangnya belum bisa menghasilkan money dari karyanya. Hehe…

Alhamdulillah, sekarang sudah saatnya saya mengakhiri tulisan saya. Jangan bersedih, nanti kamu bisa baca tulisan saya yang lainnya kok. Tenang.. Oke. Hihi..

Terakhir sebagai penutup, sedikit saya bagi inspirasi tentang kisah hidup kak Seto Mulyadi yang saya dapat dari acara tersebut, yah semoga menginspirasi. Tau nggak sih? Ternyata dulu kak Seto sempat menggelandang loh.. Iyah, hidup di jalanan, tidur dari satu tempat ke tempat lainnya. Dia bercerita jika hal itu bermula ketika ia gagal diterima di Universitas ternama di Indonesia (lupa euy namanya). Dia mendaftar bersama kakak yang juga kembarannya, namun ternyata hanya kakaknya yang diterima.

Dia mencoba mendaftar di empat universitas ternama lainnya, tapi gagal juga. Karena merasa malu dan sering dibanding-bandingkan dengan kembarannya. Akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta, walau ia tidak memiliki sanak saudara ataupun teman di Jakarta. Dan yah.. begitulah, jadilah ia menggelandang untuk beberapa bulan. Tapi, yang namanya hidup siapa yang tahu, akhirnya dia menjadi ketua Komnas perlindungan anak. Wow sih kalau kata saya mah.

Pelajaran yang bisa kita ambil, jika kita mengalami penolakan dimana-mana bukan berarti kita gagal, karena itu merantaulah ke Jakarta. Hehe.. kali aja bisa jadi ketua Komnas perlindungan anak juga. Haha..

Salam literasi.

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAI Cirebon

Bagikan tulisan ke:

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

You may also like...

2 Responses

  1. Yusuf says:

    1 lagi nilai MTK cuma 4 tapi bisa menginspirasi banyak orang, dan menebar manfaat tentunya.. Mantap tulisannya keren dgn gaya bahasa yang kekinian.. Guwe suka gaya loe… Hee lanjutkan berkarya anak muda.. (ngetik sambil nyengir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RumahBaca.id