Begini Tips Mudah Menulis Artikel Ilmiah dan Sistematikanya

Oleh Indah Putri Lestari*)

RumahBaca.id Menulis sebuah artikel ilmiah bisa dikatakan gampang-gampang susah. Mengapa susah? Karena, harus memperhatikan ketentuan penulisan ilmiah yang cukup ketat. Begitu banyaknya ketentuan penulisan sering membuat kita pusing. Hal ini khususnya bagi yang tidak terbiasa menulis artikel jurnal. Bagi yang sudah terbiasa, menulis artikel tentunya jadi lebih mudah.

Nah, bagi mereka yang belum terbiasa, ada baiknya menyimak beberapa komponen atau sistematika dalam penulisan artikel ilmiah yang biasanya dimuat dalam jurnal akademik sebagai berikut:

Judul Artikel

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel ilmiah adalah judul. Judul artikel ilmiah harus menarik, agar dilirik pembaca. Setidaknya judul artikel ilmiah memuat maksimal 15 kata, singkat, lugas dan informatif.

Nama penulis pun harus disertakan di bawah judul, agar pembaca mengetahui karya siapa yang dia baca. Nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar. Apabila penulis lebih dari satu orang maka ditulis seperti biasanya. Contohnya, Indah Putri Lestari dan Cahya Kamila. Jangan lupa mencantumkan alamat email yang aktif di bagian bawah nama.

Abstrak

Apa itu abstrak? Abstrak yaitu tulisan berisi uraian singkat masalah, tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan dan ringkas hasil penelitian. Abstrak biasanya ditulis dengan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan Inggris.

Biasanya abstrak ini memuat 150-250 kata yang disertai dengan 3-5 kata kunci di bawah abstrak. Kata kunci yang dicantumkan yaitu istilah yang mewakili abstrak atau isi artikel. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca mengetahui inti yang ada pada artikel ilmiah yang akan dibaca.

Bagian Pendahuluan

Bagian berikutnya yaitu pendahuluan yang berisi beberapa subagian. Subbagian pertama memuat urgensi penelitian atau pengantar sebelum masuk ke pembahasan. Kedua, bagian literature review atau fakta pendukung dari penelitian sebelumnya. Ketiga, bagian kebaruan penelitian yakni unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Keempat, tujuan penelitian. Bagian ini berisi tujuan dan maksud dibuatnya artikel.

Pada bagian pendahuluan juga memuat metode penelitian. Suatu penelitian tidak lengkap jika tidak mencantumkan metode penelitian yang digunakan oleh penulis. Metode penelitian biasanya ditulis dalam bentuk paragraf deskriptif. Terdiri dari desain penelitian, populasi, dan sampel, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bagian Pembahasan Inti Artikel

Bagian ini berisi hasil penelitian mengenai topik dan objek artikel ilmiah yang dikaji oleh penulis. Bagian inti berisi pembahasan objek hasil penelitian. Bagian ini biasanya berisi jawaban atas rumusan yang diajukan dalam bagian pendahuluan, hasil temuan, interpretasi hasil temuan, dan hubungan temuan penelitian dengan teori dan struktur pengetahuan yang telah ada.

Pada bagian ini, penulis mengetengahkan hasil penelitian yang dilakukannya. Tidak lupa penulis mengkaji dan menganalisis fenomena atau peristiwa yang terjadi menggunakan teori-teori yang relevan. Penulis juga mengkaji dengan berbagai perspektif sesuai bidang dan konsentrasi yang digeluti dan dikajinya.

Bagian Kesimpulan

Bagian yang terakhir atau penutup dalam artikel jurnal ilmiah yaitu kesimpulan. Penutup berisi simpulan singkat dan konseptual menggambarkan jawaban pertanyaan atau tujuan pada bagian pendahuluan. Biasanya bagian kesimpulan ini hanya sepanjang 0,5 halaman saja.

Daftar Pustaka atau Bibliografi

Yang membedakan antara sebuah artikel ilmiah akademik dan populer yaitu pada daftar pustaka. Bila menulis artikel atau esai di media massa semisal koran atau majalah, seseorang tidak dituntut mencantumkan sumber atau daftar pustaka sebagai referensi dari tulisannya. Ini berbeda dengan artikel ilmiah. Dalam artikel ilmiah harus dilengkapi dengan daftar pustaka atau bibliografi.

Gaya Bahasa

Sebagaimana tulisan ilmiah akademik lainnya, artikel ilmiah menggunakan bahasa yang formal, akademik dan juga memuat istilah-istilah keilmuan tertentu. Ini berbeda dengan artikel populer yang cenderung menggunakan bahasa yang populer di tengah-tengah masyarakat pembaca umum.

Dalam artikel ilmiah, kita tidak bisa menggunakan bahasa gaul, bahasa pasaran, atau bahasa komunitas tertentu yang tidak mudah dipahami oleh masyarakat akademik. Tata bahasa juga harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan aturan ejaan yang baik dan menggunakan bahasa baku.

Kutipan yang diambil dari berbagai referensi sebaiknya ditulis dengan teknik parafrasa, tidak asal copy paste saja. Tujuannya yaitu agar terhindar dari deteksi atau dugaan plagiarisme. Apa itu parafrasa? Parafrasa kurang lebih berarti mengungkapkan kembali suatu tulisan dengan gaya bahasa yang berbeda, namun tidak mengubah substansi tulisan. Ini khususnya bila menggunakan kutipan tidak langsung. Dan, sebisa mungkin, seorang penulis menghindari kutipan langsung, kecuali bila kutipan berupa naskah manuskrip, ayat atau hadis.

Adapun mengenai penulisan kutipan, pada umumnya jurnal menggunakan teknik kutipan body note (in note) dan foot note (catatan kaki). Body note yaitu kutipan di badan atau dalam tulisan. Selain itu, ada juga end note atau catatan akhir. Model ini jarang dipakai dalam penulisan artikel di jurnal. Nah, untuk mata kuliah Filsafat Hukum Islam kali ini, model catatan referensi yang dipakai yaitu body note.

Kutipan body note memuat tiga poin, yaitu nama penulis, tahun terbit dan nomor halaman. Bila ditulis di awal paragraf, maka begini contoh penulisannya: Ahmad Jamaluddin (2020: 16) menegaskan…. Bila ditulis di akhir paragraf, begini contoh penulisannya: … (Ahmad Jamaluddin, 2020: 16).

Gaya Sitasi

Semua referensi yang disitasi atau dikutip dalam artikel harus ditulis dalam daftar pustaka di akhir halaman. Gaya yang biasanya dipakai dalam jurnal bervariasi. Dalam mata kuliah ini, dosen menggunakan gaya (style) APA (American Psychological Association).

Semua referensi sebuah artikel ilmiah harus diambil dari sumber yang terpercaya, seperti jurnal ilmiah, skipsi, tesis, disertasi dan buku. Tidak diperkenankan mengambil referensi dari website atau blog yang tidak diakui dalam tradisi akademik, karena dikhawatirkan kurang akurat dan kurang terpercaya sumbernya serta penulisnya.

Setelah semua selesai jangan lupa diperiksa apakah tulisan yang sudah dibuat terbebas dari plagiarisme. Tulisan yang baik setidaknya memiliki batas minimal 75% unique. Keaunikan tulisan bisa dicek dengan Turnitin, fasilitas semisal https://plagiarismdetector.net/id, atau instrumen deteksi plagirisme lainnya.

Meskipun terlihat ribet dan susah, alangkah baiknya mencoba membuat artikel ilmiah akademik yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Biasanya, setiap dosen atau suatu jurnal memiliki gaya selingkung yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ikuti saja ketentuan yang diberlakukan. Gampang-susahnya membuat artikel ilmiah tergantung niat dan konsistensi diri sendiri. Dengan berlatih yang sering akan membuat kita terbiasa dan menjadi bisa. Salam semangat.

*) Mahasiswa Jurusan Muamalah (HES) IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bagikan tulisan ke:

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

You may also like...

2 Responses

  1. Wening indriyani says:

    Joss bosque …
    Lanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RumahBaca.id