Category: CERPEN

Sumber: Merdeka.com 0

Kirim Doa, Cerpen Hamzah Sahal

Oleh Hamzah Sahal, Founder Alif.id PAGI itu, kelas lima SD memulai sekolah luring, setelah dua tahun sekolah daring. Pada jam pertama, para siswa diminta bercerita kegiatan mereka di rumah setelah bangun tidur. Sekolah ini...

Bagikan tulisan ke:
0

Suatu Siang di Restoran: Cerpen Nadjib Kertapati Z.

Terasalah oleh Bahri betapa nasib baik sedang berpihak padanya. Orang boleh bilang bahwa itu semua karena usaha dan kelincahan otak. Tetapi menurut Bahri itu belumlah cukup. Ia berpikir bahwa Allah tidak dapat dikesampingkan dalam...

Bagikan tulisan ke:
1

Cerpen Eni Ratnawati: Maira

Oleh Eni Ratnawati*) RumahBaca.id – Surayya tergolek lemah di atas ranjang. Tenaganya habis, nyaris tak bersisa. Lengan dan tungkainya luruh. Otot-ototnya tegang karena tekanan yang luar biasa. Namun sepayah apa pun kondisi fisiknya, lebih...

Bagikan tulisan ke:
2

CERPEN: MUKENA UNTUK UMMA (Bag. 2)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Apa yang kau pikirkan saat mendengar kata pendidikan? Mereka bilang pendidikan itu penting, sepenting hidup itu sendiri. Mereka bilang pendidikan menentukan masa depan bangsa. Bangsa yang kuat dan hebat...

Bagikan tulisan ke:
0

CERPEN: MUKENA UNTUK UMMA (Bag. 1)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Siang itu, terjadi keributan di dalam kelas. Uang hasil denda yang disimpan oleh ketua murid hilang. Roland sebagai ketua murid tidak tinggal diam. Segera ia melaporkan kejadian hilangnya uang...

Bagikan tulisan ke:
0

Secarik Pesan Manis (Cerbung 1)

Cerbung oleh: Eni Ratnawati*) :::::::::::: INIKAH rasanya kejutan? Ketika jantungmu berdansa-ria dalam irama yang mengagumkan. Ketika senyummu tak lekang terkulum, tersipu terpantul-pantul dalam debaran yang meriuhkan. Aku kehabisan napas Aku nyaris mati Mati dalam...

Bagikan tulisan ke:
0

Cerpen: Dua Garis Merah (Bag. 2)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Angin berkacak garang. Sesekali, debu dan sampah beterbangan sebelum terbanting ke tanah dalam satu hentakan. Matahari sedang panas-panasnya. Terik membara menusuk dedaunan, kulit pohon, aspal, meninggalkan jejak gelap di...

Bagikan tulisan ke:
0

Cerpen: Dua Garis Merah (1)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Angin sore merambat sayup membelai keheningan. Tak banyak pergerakan terlihat di area itu selain geliat para pedagang kaki lima yang sejak pagi mangkal di sepanjang kanan-kiri jalan Manukan. Debu...

Bagikan tulisan ke:
4

Cerpen: Akad Nikah (2)

Oleh Eni Ratnawati “Maafin aku sayang. Aku belum bisa kalau sekarang ini.” jawab Pram lemah, sambil menggenggam jemari Alfi. “Tapi ayah nanyain terus loh. Ini kesempatan kamu nunjukin keseriusan kamu.” Alfi tahu Pram tidak...

Bagikan tulisan ke:
RumahBaca.id