Category: PUISI

0

Ziarah Sastra ke Syaikhona Kholil Bangkalan

Oleh Mashuri Alhamdulillah, Peneliti Sastra Balai Bahasa Jawa Timur : ngablak pagi Saya pertama kali ke makam KH. Moh. Kholil bin KH. Abdul Latif (1820—1925) di Mertajasah, Bangkalan, Madura, pada bulan Ramadan tahun 2002....

Bagikan tulisan ke:
0

Perjalanan Cinta via Makam Syekh Yusuf di Makassar

Oleh Mashuri Alhamdulillah*) : ngablak dinihari Menjelang akhir tahun 2013, saya dan dua orang kawan dari Balai Bahasa Jawa Timur bertugas ke Makassar. Ternyata, kami tiba di Bandara Makassar terlalu pagi. Tujuan kami mengikuti...

Bagikan tulisan ke:
0

Menggali Puisi di Petilasan Syekh Maulana Ishaq, Situbondo

Oleh Mashuri Alhamdulillah*) : ngablak isuk “Menurut cerita tutur Jawa, seorang ahli agama berkebangsaan Arab berasal dari Jeddah, bernama Wali Lanang, telah memperistri seorang putri raja ‘kafir’ Blambangan (yang telah disembuhkannya dari suatu penyakit);...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Eni Ratnawati: Badai

Sesekali duduklah di sinidi dekatkumembumi bersama wangi mawarmenunduk bersama runduk rerumputansejenak rasai lembutnya udarapadanya Sulaiman berbisik mesra Biar kukabarkan perihal musimtentang nasehat yang merantaiberdesir bersama semilir anginpada tubuh-tubuh melaratladang-ladang gandum sekaratdarah mengisi gelas juga...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Masyhari: Jejak Langkah ألف خطوة

ألف خطوة بدأتها وسرت بها ليالي وأياما مضطرباوالشمس طالعة وسط النهاروالرمال الرمضاء شكاها الماشي عليهاوأجنحة الملائكة على الأفق تظلّ رجائيطول المدى وبعد المسافة والكيس خال عن الزادوالخيال إلى أقطار السموات والأرضالنهار مليء بالعرق بشدة...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Eni Ratnawati: Patah

Pagiku berpulangbersama terik rentakku terbakarmengukir senyum dalam tiadamubagai debur tanpa gelombangmungkinkah kubalut sesal?baktiku usang lunas terjual Ibu,kasihmu seumpama banyutempat kucuci segala lukatempat kugadai arti nelangsatempat kubilas seluruh nestapatempat kuhapus butiran air matalalu ke mana...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Masyhari: Tentang Ibu, Ceritaku

Dengarkan ceritaku, KawanCerita tentang ibuPerempuan perkasa dan hebatSepanjang waktu bersimbah keringat Dari gulita pagi butaHingga temaram menuju senjaTiada henti ia meski peluh mengucurTak jua sesal meski asa melebur Sesal memang tak mungkinHanya kecewa yang...

Bagikan tulisan ke:
RumahBaca.id