Indramayu – Rabu malam (11/08) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Indramayu melantik Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Luwunggesik Kecamatan Krangkeng periode 2021-2022.

Kegiatan yang dilaksanakan di mushalla al-Muttaqin Luwunggesik tersebut digelar secara sederhana, dengan melihat situasi yang masih dalam suasana pandemi. Demikian dikatakan oleh Mudadi selaku ketua panitia pelaksana kegiatan.

“Karena itu, kegiatan pelantikan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Ranting NU Desa Luwunggesik, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Indramayu, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Krangkeng.

Mudadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah menyempatkan hadir, mengawal dan memberikan arahan. “Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, acara berjalan dengan lancar dan sukses,” ucapnya.

Terkait dengan struktur kepengurusan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Luwunggesik periode kali ini diisi oleh SDM dari berbagai lini, aktivis masjid, ikatan remaja masjid, juga pemuda desa.

“Saya berharap, semoga penyatuan semua lini ini bisa memajukan dan menyatukan pandangan dalam rangka menyiarkan IPNU-IPPNU, serta semangat menjaga keutuhan NKRI,” terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap IPNU-IPPNU Ranting Luwunggesik bisa menjadi kiblat bagi ranting-ranting IPNU-IPPNU se-Kabupaten Indramayu. Menurutnya, kehadiran IPNU-IPPNU sangat penting di tengah-tengah masyarakat, karena IPNU-IPPNU adalah investasi masa depan.

Sementara itu, terkait maraknya fenomena pernikahan di bawah umur di kalangan pelajar belakangan ini, ketua PAC IPPNU Kecamatan Krangkeng, Fadilatul Isti’adah sangat menyayangkan.

“Saya mengamati ada tren kenaikan kasus pernikahan di bawah umur ini satu tahun terakhir ini. Banyak anak-anak remaja yang putus sekolah dan pada akhirnya memilih menikah,” terangnya.

Di sini lain, menurutnya, itu sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus IPNU-IPPNU, khususnya di ranting untuk hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, sosialisasi dan pencerahan.

Hal senada dikatakan oleh Syaerurrozie, selaku ketua PAC IPNU Kecamatan Krangkeng, bahwa IPNU-IPPNU harus bisa bisa hadir di desa-desa. Jika tidak, NU dan bahkan Indonesia bakal hancur. Karena menurutnya, IPNU-IPPNU adalah cerminan NU pada masa mendatang.

“Jika IPNU-IPPNU bobrok, tidak aktif, jangan harap NU akan berkembang,” tandas pria yang akrab disapa Ozie ini.

Ozie optimis, Pimpinan Ranting Luwunggesik akan bisa mengemban amanah dengan membuat program-program pemberdayaan ke depan melihat semangat dan segarnya kehidupan di Luwunggesik.

Menutup kegiatan, ada satu pesan penting yang disampaikan oleh Kiai Ahmadum, tokoh masyarakat Luwunggesik sekaligus Pengurus Ranting NU Luwunggesik, agar para pengurus IPNU-IPPNU terus meningkatkan kaderisasi dan aktif sebagai lokomotif agen perubahan positif dalam merespon pergerakan zaman.[Ozie]

Editor: Masyhari

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *