Rumahbaca.id – Membaca adalah jendela dunia. Mungkin pepatah ini yang menginspirasi sejumlah pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Merpati Putih desa Gombang kecamatan Plumbon kabupaten Cirebon untuk mendirikan komunitas literasi di tengah-tengah masyarakat desa.

Tidak tanggung-tanggung, komunitas yang bernama Ki Manggis ini membangun sebanyak 7 titik literasi di desa. Demikian sebagaimana dikatakan Azis Muslim, ketua komunitas literasi kepada rumahbaca.id.

Komunitas literasi tersebut pertama kali didirikan pada tanggal 9 Maret 2019. Tepat setahun berikutnya, yaitu pada tanggal 9 Maret 2020, dengan didorong semangat kawan-kawan Karang Taruna Merpati Putih, pemerintah desa Gombang akhirnya mengeluarkan izin legalitas komunitas literasi Ki Manggis melalui SK Kuwu Desa Gombang.

Komunitas literasi Griya Maca Ki Manggis berpusat di sekretariat Karang Taruna Merpati Putih desa Gombang. Sekretariat tersebut sekaligus menjadi titik pertama, karena Karang Taruna desalah yang menjadi penggerak literasi Ki Manggis.

Selain itu, komunitas literasi Ki Manggis juga berada di Blok Kalianyar RT 18 RW 04 Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Titik berikutnya yaitu di kantor balai desa Gombang, terang Kang Azis. Selama ini, banyak desa yang sudah punya pojok literasi di kantor desanya, hanya saja kebanyakan mati, tidak punya kegiatan. Bahkan jarang ada yang mau menjamah, alih-alih membaca buku-bukunya. Maka, di sinilah peran kawan-kawan Karang Taruna untuk menghidupkan pojok literasi di kantor desa dengan berbagai kegiatan.

Selain itu, Komunitas Literasi Ki Manggis juga menggalakkan literasi berbasis masjid dan mushalla. “Target kami, di seluruh masjid dan mushalla di desa Gombang ini terdapat pojok literasi yang menjadi bahan bacaan dan edukasi para jamaah,” jelasnya lebih lanjut.

Titik literasi yang keempat yaitu lembaga pendidikan seperti PAUD, TK, TPA dan SD yang ada di desa. “Biasanya, anak-anak sepulang dari sekolah, mereka singgah di pojok baca untuk sekedar membaca buku. Apalagi pada masa pandemi seperti saat ini, aktifitas anak-anak khususnya SD kan lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Jadi, pojok literasi bisa menjadi media pembelajaran bagi mereka di luar sekolah,” terangnya.

Titik literasi yang berikutnya yaitu Posyandu dan tempat-tempat umum lainnya, lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya masyarakat desa Gombang.

Bahkan tidak hanya itu, lanjut Kang Azis, kami juga mendirikan pojok literasi di pendopo kuburan se-Gombang. “Ya, bisa jadi seluruh titik di desa akan kami jadikan sasaran pojok literasi. Semoga dengan begitu, Gombang bisa menjadi Desa Literasi. Masyarakatnya teredukasi dengan budaya membaca buku,” harapnya.

Aktifitas Literasi yang Tak Pernah Surut

Komunitas literasi Ki Manggis memiliki banyak kegiatan yang cukup banyak dan variatif, mulai dari pekanan, bulanan, hingga tahunan. Tak berlebihan jika disebut sebagai never sleep literacy-lah. Berdasarkan selebaran jadwal kegiatan yang ada, Setidaknya ada 6 jenis kegiatan utama yang dihadirkan untuk para pengunjung pojok literasi yang didominasi oleh kalangan remaja dan anak-anak SD, TPA, MDTA di desa.

Secara umum, kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh Kang Azis Muslim sebagai ketua, serta para anggota yang terdiri dari Pandu Tanoyo, Kodir, Angga dan Yogo ini ditujukan agar anak-anak bisa tumbuh dan berani mengekspresikan diri melalui kegiatan di luar pelajaran formal mereka di sekolah.

Kegiatan yang pertama yaitu program Membaca dan Menyimak Cepat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dan Sabtu pukul 09:00-10:00 WIB. Dalam program ini, anak-anak yang berkunjung di literasi Ki Manggis, selain membaca buku juga menyimak cerita atau bacaan dari relawan atau dari sesama pengunjung.

Kegiatan kedua yaitu Dongeng Sejarah. Program ini dilaksanakan secara rutin sebulan sekali, tepatnya setiap Minggu kedua pukul 09:00-11:30 WIB. Dalam program ini, mereka mengundang seorang tokoh seperti budayawan atau sejarahwan untuk menceritakan peristiwa-peristiwa sejarah di Cirebon.

Selain itu ada juga program Sambel Terasi yang dilaksanakan setiap Selasa malam, pukul 20:00-22:00 WIB. Sambel Terasi merupakan akronim dari “Sambil Belajar Tradisi”. Program ini ditujukan untuk mengenalkan generasi muda dan anak-anak terhadap tradisi setempat, baik tradisi dan kearifan lokal di desa, maupun tradisi yang ada di Cirebon. Kegiatan Sambel Terasi biasanya dikemas dalam bentuk bercerita atau mendongeng (story telling). Dalam kegiatan ini, relawan pegiat literasi biasanya mengundang seorang budayawan sebagai pendongeng.

Dalam rangka mendekatkan generasi muda dan anak-anak terhadap leluhurnya, komunitas literasi Ki Manggis juga mengadakan kegiatan yang diberi nama Ngunjung Buyut. Kegiatan ini berupa kunjungan ke makam Ki Danalampa.

Agar generasi muda tidak merasa meninggalkan budaya berbahasa daerah, komunitas literasi Ki Manggis memiliki program Belajar Bebasan Cerbon. Kegiatan ini dijadwalkan setiap Kamis malam pukul 20:00-21:30. Anak-anak yang hadir berkunjung di pojok literasi Ki Manggis diajari bebasan Cirebon secara praktis, agar mereka tidak merasa asing terhadap bahasa lokal yang menjadi warisan budaya leluhur Cirebon.

Sebagai wahana pengembangan minat, bakat dan kreatifitas anak-anak, komunitas literasi Ki Manggis juga mengadakan kegiatan Belajar Mewarnai dan Melukis. Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali, tepatnya hari Minggu ketiga pukul 09:00-12.30 WIB. Dalam kegiatan ini, anak-anak dipacu kreatifitas mereka untuk mengekspresikan diri mereka dengan krayon, pensil warna dan kuas. Mereka dipandu oleh para relawan dari Karang Taruna.

Komunitas literasi Ki Manggis juga mengadakan kegiatan tahunan, seperti perlombaan dalam momentum bersejarah hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 pada tahun ini. Kegiatan literasi yang dilombakan seperti mewarnai, menggambar, membaca puisi, dan lain sebagainya.

Selain kegiatan yang bersifat rutin tersebut, Literasi Ki Manggis juga mengadakan kegiatan lainnya, di antaranya yaitu membuka akses wifi murah bagi warga melalui Bagus Serit Net. Tujuannya, terang Kang Azis, agar warga masyarakat mendapatkan kemudahan dan keringan dalam kebutuhan mengakses internet. Sebab saat ini, koneksi internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan berikutnya yaitu bersih sungai, dengan menggalang Komunitas Pecinta Sungai (KPS). Selain itu, komunitas literasi Ki Manggis juga mempunyai program kegiatan menandai tempat atau situs bersejarah yang ada di desa Gombang. Kegiatan ini ditujukan agar para generasi muda khususnya dan umumnya warga masyarakat desa mengenal situs-situs penting bersejarah di desa mereka.

Kang Azis dan kawan-kawan berharap, melalui literasi Ki Manggis tersebut, masyarakat desa bisa lebih dekat dengan buku dan bisa mendapatkan akses bacaan secara mudah. Selain itu, pemerintah desa Gombang khususnya diharapkan bisa memberikan perhatian penuh terhadap literasi Ki Manggis yang sudah berjalan selama ini, komunitas yang berperan membantu mempercepat proses pembangunan masyarakat desa Gombang khususnya.[Masyhari]

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *