0 0
Read Time:4 Minute, 45 Second

Oleh Tri Handayani, S.Pd.SD.

“Saya tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi saya harus memulai menjadi luar biasa.”

– Tri Handayani-

Pandemi Covid-19 yang melanda Bangsa Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap semua sektor termasuk sektor pendidikan. Betapa tidak, sekolah yang biasanya dilakukan secara tatap muka, akhirnya dilakukan secara online (daring). Hal ini menjadikan sebagian anak-anak di lingkungan sekitar desa kami memiliki ketidakpedulian terhadap proses belajar. Akibatnya, sebagian anak SD yang ada di kelas tinggi belum lancar Calistung.

Sebagai seorang pendidik, saya prihatin dan terpanggil untuk meminimalisir dampak tersebut, memikirkan bagaimana mengubah prilaku, sikap maupun karakter mereka agar mereka menjadi lebih baik. Rasa prihatin saya melihat anak-anak lebih senang dengan gadget dan bermain. Itulah yang memotivasi saya bagaimana mengubah perilaku mereka.

Ternyata apa yang saya bayangkan tidak semudah membalikkan telapak tangan, penuh dengan lika-liku perjuangan.

Selain itu, rasa prihatin saya melihat perpustakaan desa yang sudah memiliki tempat dan fasilitas namun belum dipergunakan sebagaimana mestinya. Untunglah saat itu ada sejumlah mahasiswa IAI Bunga Bangsa Cirebon yang sedang melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Selain itu, Karang Taruna Muntalarasa menjembatani saya untuk ikut berpartisipasi dalam berliterasi di desa kami.

Alhamdullilah ketika kita punya kemauan, Allah SWT memberikan jalan. Saya diundang oleh ketua Karang Taruna untuk melihat kondisi perpustakaan. Rasa prihatin saya tumbuh, karena ruang bangunan yang memadai, buku-buku pun lumayan banyak, hanya listrik yang belum ada, sehingga ruangan gelap dan panas. Buku-buku pun belum diinput dan belum ditata sebagaimana mestinya.

Saya tidak ingin hanya berandai-andai dan bermimpi saja. Saya harus beraksi dan beraktualisasi secara nyata. Akhirnya, saya membentuk Komunitas Literasi Sinau Wong Kemlaka pada tanggal 3 Oktober 2021. Yang pertama saya lakukan adalah mencari relawan.

Ternyata mencari relawan tidak semudah apa yang saya bayangkan, bahkan saat saya menawarkan orang di lingkungan terdekat saya, mereka tidak mau. Saya sadari relawan itu tidak digaji, relawan harus bekerja dari hati dan memiliki dedikasi.

Komunitas Literasi Sinau Wong Kemlaka pertama kali didirikan baru beranggotakan lima anak. Alhamdullilah dengan berjalannya waktu jumlah anggota kini mencapai 35 anak, namun yang aktif sekitar 20-25 anak. Saat ini anggota komunitas baru terdiri dari anak-anak, yaitu anak usia TK dan SD.

Visi dan Misi

Komunitas Literasi Sinau Wong Kemlaka memiliki visiMembudayakan literasi untuk membangun kecerdasan masyarakat berdasarkan nilai-nilai budaya kearifan lokal.”

Sedangkan misi kami yaitu:

  1. Menciptakan kebiasaan membaca bagi masyarakat Desa Kemlaka
  2. Mengoptimalkan fungsi Komunitas Literasi sebagai wadah bersinergi dengan perpustakaan desa , karang taruna dan masyarakat .
  3. Menggali dan mengeksplorasi filosofi budaya dan kearifan lokal agar tetap lestari.
  4. Memberdayakan dan mengoptimalkan perpustakaan desa sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya .
  5. Berperan aktif sebagai fasilitator dan mediator untuk meningkatkan kreativitas dan imajinasi bagi para pemuda dalam wadah karang taruna untuk kreatif dan inovatif.

Struktur Organisasi Literasi Sinau Wong Kemlaka

Komunitas Literasi Sinau Wong Kemlaka bersama perpustakaan Desa & Karang Taruna Muntalarsa dalam beraktivitas belajar bersama dan belajar berkarya di bawah pantauan kepala desa.

Saya, Tri Handayani, S.Pd.SD selaku ketua didampingi oleh Ayu Syafira sebagai sekretaris dan Siti Aisyah sebagai bendahara.

Dalam rangka suksesi setiap kegiatan, kami dibantu oleh Wildani Mukholid dan Slamet yang menangani proram kegiatan. Adapun yang menangani kepustakaan yaitu Farkhatus Solikhah dan Fauziyah Nur Umamah, sedangkan seksi umum yaitu Agus dan Hendri.

Program Komunitas Literasi Sinau Wong Kemlaka

Kegiatan rutin yang dilakukan di komunitas yaitu membaca buku cerita. Kegiatan ini dilakukan setiap pekan sekali, ketika libur pekanan (hari Minggu). Ada juga kegiatan mendongeng dengan pemateri dari relawan komunitas.

Selain itu, kami juga mempunyai agenda book review (mengulas buku) dengan teknik sederhana, yaitu dengan cara menyebutkan judul, tokoh, setting, gambar yang ada dalam buku cerita dengan sederhana, Ishikawa fishbone (adalah tulang ikan) dengan konsep 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, How), AIH (Alasan, Isi dan Hikmah ), dan Y-Chart (sesuai namanya berbentuk Y). Kegiatan mengulas buku dilakukan sebulan sekali.

Kegiatan berikutnya yaitu presentasi menceritakan kembali apa yang telah dibaca oleh salah satu anak yang hadir.

Ada pula kegiatan belajar calistung (membaca, menulis dan berhitung) bagi anak yang belum bisa, belajar Matematika, belajar bahasa Inggris, games & ice breaking. Agar tidak bosan, kami juga mengadakan kegiatan outdoor yang dilakukan sebulan sekali.

Alamat seketariat komunitas di Jalan Balai Desa Kemlaka Gede Blok Sampang Selatan RT002 RW 001 (Paud Taman Anggrek). Tempat aktivitas rutin mingguan yaitu di halaman Masjid Baiturrohim/ Desa Kemlaka Gede.

Harapan Komunitas ke Depan

Saya berharap, komunitas literasi Sinau Wong Kemlaka bisa mengoptimalkan perpustakaan desa sebagai wadah dan sarana sumber informasi. Targetnya, dalam dekat ini akan launching perpustakaan desa.

Selain itu, kami bekerjasama dengan komunitas literasi lain untuk mengkampanyekan literasi di desa.

Berikutnya, diharapkan komunitas literasi Sinau Wong Kemlaka bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, bisa bekerjasama dan bersinergi dengan anggota PKK dan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan literasi kreatif dengan ketrampilan sehingga bisa bermanfaat bagi anggota. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan instansi lain untuk mengembangkan literasi kreatif.

Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia para relawan, kami akan aktif mengikuti workshop ataupun webinar. Selain itu, kami akan mengembangkan sudut baca di beberapa titik di desa Kemlaka.

Terima kasih saya panjatkan kepada Allah SWT sehingga saya dipertemukan dengan teman-teman yang hebat yang memotivasi dan menginspirasi saya. Saya juga haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Kemlaka Gede, Karang Taruna Muntalarasa, DKM Masjid Baiturrohim Kemlaka Gede, para relawan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Cirebon, teman-teman komunitas pegiat literasi Kabupaten Cirebon dan semua pihak yang sudah mendukung komunitas kami.

Kami sadari komunitas kami bagaikan bayi yang baru lahir yang umurnya belum mencapai seumur jagung, tapi kami bertekad dan semangat untuk membumikan literasi, khususnya di desa kami. Kami harus banyak menimba ilmu pada senior kami, pada teman-teman kami dan pada komunitas lain. Semoga kami bisa memiliki sarana dan prasarana yang bisa membantu berjalannya komunitas kami. Salam Literasi.[]

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id