Oleh Evy Aldiyah, Guru IPA SMP Negeri 202 Jakarta

Rumah Baca – Salah satu permasalahan utama dunia internasional saat ini adalah kerusakan lingkungan hidup. Perilaku manusia yang kurang peduli pada lingkungannya menyebabkan kondisi lingkungan alam semakin hari semakin memprihatinkan. Tak perlu jauh-jauh kita jalan-jalan ke belahan bumi lain, cukup di sini saja, Indonesia dengan kasat mata kita bisa melihatnya. Meskipun pemerintah sudah berupaya memberikan binaan, bimbingan, dan arahan tentang kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar, ternyata tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat kita masih rendah.

Berdasarkan data riset Kementerian Kesehatan, diketahui dari 262 juta jiwa di Indonesia hanya sekitar 52 juta orang yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan. Dengan kenyataan yang ada, para ahli dan cendekia tak mampu lagi membantah. Salah satu faktor rendahnya kepedulian itu terkait dengan kebiasaan, perilaku dan karakter. Di sinilah pentingnya membangun karakter peduli lingkungan yang sejak dulu digembar-gemborkan, hingga dimasukkan ke dalam program PPK dalam pembelajaran di sekolah.

Ya, karakter peduli lingkungan memang perlu dibangun sejak dini, sejak anak-anak. Azzet, dalam bukunya “Urgensi Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini, mengatakan bahwa karakter peduli lingkungan yang perlu dibangun dalam diri anak ada dua yaitu peduli lingkungan sosial dan peduli lingkungan alam. Karakter peduli lingkungan sosial menunjukkan kepekaan terhadap kondisi sekitar. Sedangkan karakter peduli lingkungan alam ditunjukkan dengan perbuatan menjaga lingkungan alam sekitarnya. Ada dua kata penting yang mendasari karakter tersebut yaitu peka dan peduli. Artinya, kita berusaha mengajak anak-anak untuk belajar peka dan peduli, karena peka dan peduli itu tidak mungkin muncul sendiri kan dalam diri anak-anak. Bagaimana, setuju?

Character building dalam peduli lingkungan sebenarnya bukanlah hal baru. Dan seyogyanya dimulai dari keluarga dan masyarakat sekitar. Selain keluarga, sekolah merupakan tempat yang tak kalah pentingnya untuk menumbuhkembangkan karakter peduli lingkungan. Untuk membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan, maka sekolah menjadi media yang paling efektif. Semakin dini character building yang dilakukan secara kotinyu maka semakin baik hasilnya seperti yang diharapkan.

Penulis mengenal suatu program yaitu Program Green and Clean sebagai upaya penanaman karakter cinta dan peduli lingkungan. Program tersebut bertujuan menciptakan karakter peduli lingkungan pada anak dan dipraktikkan secara langsung. Lokasi sekolah sebagai tempat belajar sangat mendukung dilakukannya program ini. Mungkin pembaca ada yang ingin tahu seperti apa Program Green and Clean (PGC) tersebut?

Pada dasarnya PGC adalah pengenalan kepada siswa bagaimana agar mencintai dan menjaga lingkungannya melalui hal-hal yang sederhana. PGC juga dapat menciptakan lingkungan sekolah hijau yang sangat baik untuk menunjang kesehatan fisik, mental, dan kecerdasan siswa. Selain itu juga untuk mengurangi global warming (pemanasan global).

Kegiatan sederhana yang dapat dilakukan pada PGC ini antara lain 1) Kegiatan olah sampah, siswa mengumpulkan sampah, memilah sampah, dapat juga melakukan pemrosesan sampah atau daur ulang, 2) Kegiatan membuang sampah pada tempatnya guna melindungi tanah, melindungi air, dan melindungi udara, selain itu antara siswa saling mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, 3) Kegiatan perawatan taman dan lingkungan sekolah, siswa merawat dan membersihkan taman sekolah dan lingkungan agar layak fungsi, 4) Kegiatan piket kelas, siswa membersihkan ruang kelas dan menatanya agar tetap bersih dan rapi, 5) Kegiatan kerapian diri, siswa menjaga kerapian diri dalam berpakaian saat mengikuti pembelajaran disekolah, 6) Kegiatan cuci tangan yang baik dan benar, merupakan tindakan sanitasi untuk kebersihan diri. Masih ada banyak kegiatan yang bisa dikembangkan melalui program ini untuk mewujudkan tujuan penanaman karakter cinta dan peduli lingkungan.

Sederhana ya programnya. Tapi tergantung pihak-pihak yang terkait apakah siap mendukung dan konsisten serta kontinyu dalam pelaksanaanya. Dalam sebuah talkshow yang diadakan oleh Departemen Lingkungan Hidup BEM UI, Tuti Herawati Mintarsih, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, mengatakan bahwa pemerintah perlu mengubah perilaku masyarakat dengan berbagai cara. Beliau mengatakan adanya kebijakan dan langkah-langkah strategis yang diterapkan oleh pemerintah akan berakhir sia-sia apabila masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya tidak peduli. Tampaknya pemerintah memang berharap penuh kepada generasi muda penerus bangsa. Bayangkan apa yang terjadi dengan lingkungan hidup kita selanjutnya bila pemudanya saja sudah tidak peduli terhadap lingkungan?

PGC yang diterapkan di sekolah merupakan salah satu modal awal untuk membangun karakter peka dan peduli lingkungan. PGC sangat vital untuk membangun karakter peduli lingkungan, karena dibutuhkan pribadi yang mampu mendorong meningkatkan kesadarannya sendiri. Kehidupan individu adalah langkah awal untuk memulainya. Orang yang peduli lingkungan idealnya juga telah menerapkan kepedulian tersebut dalam kehidupannya secara pribadi.

Salah satu karakter yang harus diterapkan sejak dini kepada anak adalah karakter cinta dan peduli lingkungan. Anak-anak yang sejak dini sudah diajari hal-hal yang baik, kelak ketika dewasa dia akan menjadi orang yang bermanfaat. Untuk tetap konsisten menjaga dan peduli lingkungan setidaknya ada hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai contoh bagi anak-anak. Tak perlu muluk-muluk. Mulai saja dari diri sendiri. Lalu jadikan sebuah aturan dalam keluarga. Konsistensi orang dewasa akan menjadi sebuah teladan yang terus melekat dalam benak anak-anak hingga mereka dewasa.

Intinya, karakter peduli lingkungan perlu diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai peduli lingkungan ini menjadi upaya untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena peduli lingkungan tidak terhenti hanya pada masalah yang berkaitan dengan kehidupan keseharian, melainkan lebih luas daripada itu, yaitu peduli terhadap penyelamatan lingkungan hidup secara global.

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *