0 0
Read Time:4 Minute, 54 Second

Oleh Evy Aldiyah, Guru IPA di SMP Negeri 202 Jakarta

Rumah Baca – Pandemi Covid-19 telah memberikan pengaruh bagi segala segi kehidupan manusia. Dampak yang besar juga terasa dalam bidang pendidikan. Tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri dengan cepat dalam perubahan sistem di dunia pendidikan merupakan tantangan semua guru mulai dari jenjang pendidikan usia dini, dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Ini pastinya menuntut kreatifiitas guru sebagai salah satu bentuk keprofesionalan sebagai pendidik bukan?

Seorang guru harus memiliki profesionalisme dalam mendidik para peserta didik agar mereka siap menghadapi dunia nyata. Terlebih lagi dalam model pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid saat ini, seorang guru harus memiliki kemampuan profesional. Seperti apa sih guru profesional?

Kalau bicara pengertian guru profesional, ada banyak sekali pendapat yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Tapi ada satu definisi yang menurut hemat penulis menarik, yaitu yang dikemukakan oleh Hari Amanto, dari Widyaiswara Progli Manajemen Pendidikan Vokasi dalam laporan kegiatan PPPPTK BOE Malang beberapa tahun lalu. Hari mengemukakan bahwa guru profesional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik melalui keterampilan-keterampilan khusus yang dimiliki agar tercipta sebuah pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Jika demikian, guru profesional itu benar-benar seorang guru idaman, bukan?

Banyak guru yang beranggapan, bahwa sulit menjadi guru profesional di masa pandemi covid ini. Bagaimana tidak? Pada kegiatan pembelajaran secara tatap muka saja masih banyak guru yang kewalahan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, lagi menyenangkan, apa lagi pembelajaran dilakukan secara daring.

Sebenarnya anggapan itu tidaklah keliru, karena memang saat pembelajaran di masa pandemi ini tidak terjalin komunikasi secara langsung dengan tatap muka antara guru dan peserta didik. Di samping itu, munculnya permasalahan baru yang terkait dengan media dan fasilitas yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Jujur, sebenarnya penulis enggan membahas masalah ini sekarang, khawatir semakin banyak keluhan akan semakin mengurangi motivasi dan kreatifitas guru dalam pembelajaran di masa pandemi ini.

Seorang guru, mau tidak mau di masa pandemi covid dituntut lebih kreatif dalam menentukan strategi dan metode belajar, pemilihan media dan aplikasi pembelajaran yang digunakan, juga mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi yang ada. Dengan begitu, siswa akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan tidak menjadi bosan. Toh selama pembelajaran di masa pandemi ini juga tidak dituntut ketuntasan materi pembelajaran satu semester. Di sinilah seorang guru harus mampu menunjukkan profesionalismenya. Intinya, guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dengan catatan tidak keluar dan berpatokan pada materi dalam silabus yang ada, dengan tujuan peserta didik siap menghadapi dunia nyata.

Sekali lagi, sulitkah menjadi guru professional di masa pandemi covid ini? Sebenarnya tidaklah sulit menjadi guru profesional, selama ada niat dan kesungguhan. Dengan keterampilan yang kita miliki, kita berkreasi menciptakan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Sebatas contoh, sebagai guru IPA, penulis selama pembelajaran di masa pandemi ini mencoba membuka wawasan ilmiah peserta didik melalui percobaan IPA sederhana di rumah, sesuai materi yang disampaikan dan diberikan sebagai tugas.

Percobaan yang ditugaskan tentunya yang mudah dikerjakan oleh peserta didik, terjangkau dalam penyediaan alat dan bahan, efisien waktu pengerjaannya, dan ringkas dalam pembuatan laporannya dalam bentuk LKPD. Ada poto atau video sebagai hasil dari kegiatan peserta didik. Sederhana bukan? Tapi memang sangat menuntut kreatifitas dan keahlian seorang guru dalam membuat pembelajaran di masa pandemi ini menjadi lebih bermakna. Dengan begitu, minat dan motivasi peserta didik akan bangkit. Mereka pun senang, karena mereka mencoba sendiri. Mereka juga merasa bangga karena mereka berhasil mencoba. Akhirnya kegiatan pun berjalan dengan lancar tanpa beban. Bahkan tidak hanya itu, orang tua mereka pun senang karena turut terlibat membantu anaknya hingga berhasil melakukan percobaan.

Itu semakin membuat penulis tertantang untuk lebih kreatif lagi untuk mencari, menemukan dan berkreasi membuat percobaan sederhana lain yang dapat dilakukan oleh peserta didik di rumah selama pembelajaran di masa pandemi ini. Namun tentu saja tidak setiap kali pertemuan pembelajaran diberikan tugas percobaan. Ada saatnya pemberian materi dan ada pula kuis. Yakin deh, peserta didik pasti bertanya-tanya, “Kapan ada percobaan IPA?” Karena mereka merasa senang setelah melakukannya tanpa ada perasaan tertekan.

Tentu saja itu hanya contoh kecil upaya saya untuk menjadi guru IPA yang profesional. Sebagai guru mata pelajaran lain tentu saja banyak teknik yang dapat dieksplor untuk menemukan dan menciptakan kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan pada masa pandemi ini. Penulis yakin, semua guru memiliki bakat dan keterampilan masing-masing. Hanya saja mungkin masih malu-malu kucing untuk menunjukkan dan mengeksprolari kreatifitasnya lebih dalam.

Apakah profesionalisme guru berdiri sendiri?

Bicara keprofesionalan guru tidak terlepas dari kompetensi yang dimiliki guru. Menurut Sudrajat (2020), ada 3 kompetensi menurut yang dibutuhkan guru dalam proses pembelajaran jarak jauh yakni:

Pertama, penguasaan literasi dan IPTEK

Kurangnya penguasaan guru terhadap IPTEK akan mempengaruhi tingkat kelancaran kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

Kedua, keterampilan pengelolaan kelas secara virtual

Guru mengelola kelas dan mengontrol untuk menghindari kebingungan dan kesalahpahaman peserta didik.

Ketiga, kemampuan komunikasi dan sosial antara guru dengan peserta didik dan orangtua peserta didik

Guru dituntut lebih komunikatif terhadap siswanya dalam memberikan pendampingan belajar. Orang tua pun digandeng untuk ikut memberikan bimbingan belajar di rumah. Ketiganya harus berjalan berbarengan tanpa ada yang ditinggalkan. Karena kompetensi guru juga dinilai sebagai gambaran profesional tidaknya pendidik (guru) itu sendiri.

“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat.”

Nah, pembaca yang budiman, ternyata mudah bukan menjadi seorang guru profesional di masa pandemi ini? Yang penting dan utama ada niat. Berikutnya berusaha untuk kreatif. Karena profesionalisme menjadi tuntutan setiap profesi tanpa terkecuali. Profesionalisme guru juga harus dibarengi dengan kompetensi guru. Peluang untuk memperbaiki dan mengembangkan kompetensinya dapat memungkinkan bagi guru yang profesional. Dengan keprofesionalannya diharapkan guru mampu memperbaiki kualitas pendidikan yang bermutu.

Profesionalisme guru juga harus terus diasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Jika ingin peserta didik bermutu, tentunya guru juga harus bermutu kan! Akhir kata meminjam satu kata bijak, “Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat”. Ayo maju guru Indonesia, dengan profesional sebagai salah satu indikatornya!

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

2 thoughts on “Menjadi Guru Profesional di Masa Pandemi Covid-19

  1. Semangat menulis dan berkreasi untukmu saudaraku, tetaplah menjadi guru hebat dimata murid-murid kita.
    Salam kreatif 202…..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id