0 0
Read Time:6 Minute, 30 Second

Oleh Deden Susbiantara, Penggagas Rumah Baca Lembur Kuring Pamengkang, Mundu, Cirebon

RumahBaca.id – Benar kata pepatah, ilmu adalah pelita kehidupan. Tanpa ilmu, seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengaruhi kehidupan di dunia ini. Sekecil apa pun permasalahan, akan tetap membutuhkan ilmu untuk menyelesaikan. Ilmu tidak dapat dilepaskan, terlebih pada zaman digital saat ini, di mana segala sesuatu didasarkan pada sains. Maka, ilmu menjadi sesuatu yang wajib dimiliki semua orang.

Salah satu sumber ilmu adalah buku. Ungkapan lama ini masih tetap dapat dipegang kebenarannya, meski kini telah berkembang beragam jenis media informasi untuk mendapatkan pengetahuan, seperti televisi dan internet. Tidaklah salah jika buku tetap menjadi media nomor satu yang dijadikan jendela dunia pengetahuan. Dan, satu-satunya cara mengetahui isi buku adalah dengan membacanya. Membaca buku merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan kemampuan literasi seseorang.

Membaca adalah jendela dunia.

Sayangnya, hanya orang-orang tertentu saja yang menjadikan membaca sebagai hobinya. Bukan karena tidak adanya minat, melainkan seringkali infrastruktur yang ada kurang lengkap. Hal itu membuat aktifitas membaca menjadi terhambat. Oleh karena itu, salah satu solusinya yaitu penyediaan sarana perpustakaan atau taman baca. Rumah baca akan menstimulus kebiasaan membaca.

Latar Belakang Pendirian Rumah Baca

Rumah baca Lembur Kuring kami dirikan berawal dari rasa keprihatinan kami sekeluarga ketika melihat anak-anak kecil dan remaja di lingkungan sekitar kami yang nyaris tidak pernah membaca buku di luar buku-buku sekolah. Kami kemudian berinisiatif mengumpulkan buku bacaan anak-anak dan remaja, lantas kami sajikan secara sederhana dan kreatif.

Keberadaan rumah baca yang kami buat secara mandiri bisa memberi warna baru dan tambahan pengetahuan di lingkungan masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kegiatan membaca dan saling berinteraksi di lingkungan tempat kami, di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Dewasa ini permainan game online dan play station lebih mendominasi kegiatan anak–anak dan remaja, mereka lebih memilih kegiatan tersebut dari pada membaca. Dengan keberadaan rumah baca dan kreatifitas anak, diharapkan bisa memberikan nuansa baru berberwisata pengetahuan yang bermutu melalui buku dan permainan edukasi, baik secara fisik dan intelegensia.

Mungkin saat ini banyak taman bacaan yang telah didirikan. Namun tidak jarang yang menggunakan sistem sewa buku berbayar, tidak gratis. Ada juga taman bacaan yang gratis, tapi hanya menyediakan baahan bacaan saja, tanpa didukung dengan sarana edukasi lainnya. Penyajiannya pun monoton. Akhirnya, anak-anak menjadi bosan. Kami ingin sekali menghadirkan konsep yang berbeda dari rumah baca yang sudah ada sebelumnya, bukan sekadar konsep membaca gratis.

Oleh karena itu, kami menawarkan konsep baru berupa rumah baca dan kreatifitas anak. Rumah baca dan kreatifitas anak ini kami beri nama “Lembur Kuring”. Nama tersebut kami ambil dari bahasa Sunda, yang artinya kampung saya, yang nyaman untuk melakukan aktifitas baca dan menghasilkan karya imajinatif dan kreatif.

Rumah baca Lembur Kuring ada bermula dari kecintaan kami pada buku & kegiatan membaca. Selain itu, kami sekeluarga ingin berbagi semangat membaca khususnya kepada anak-anak dan para remaja, dan umumnya kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal kami.

Atas kesepakatan kami sekeluarga, tepat pada 1 Januari 2016, dengan bermodalkan 20 eksemplar buku yang terdiri dari buku pelajaran, bacaan anak dan bacaan umum, kami memulai mendirikan rumah baca. Kami memanfaatkan ruangan kosong di dalam rumah kami dan halaman kosong di luar, dengan sarana dan prasarana seadanya. Ke depan, kami ingin sekali membuat sanggar yang dapat menampung semua aktifitas kreasi dan apresiasi anak-anak, para remaja dan warga masyarakat yang ada di lingkungan kami. Hal tersebut dipicu oleh rasa kekhawatiran kami terhadap permainan anak-anak dan pergaulan bebas para remaja yang kurang mendidik dan tidak sesuai dengan norma sosial atau agama, serta tanpa pengawasan orang tua.

Lokasi Rumah Baca Lembur Kuring

Rumah baca Lembur Kuring terletak di dusun IV blok Wage, jalan Sumur Buah RT 001 RW 006, Gang Durian No. 63, Desa Pamengkang Kec. Mundu 45173 Kab. Cirebon, Jawa Barat. Rumah baca Lembur Kuring berada di lingkungan pemukiman penduduk, dengan dua ruang baca. Satu di ruangan kosong di dalam rumah dan kedua di halaman rumah. Dalam segi fasilitas, sarana, prasarana dan koleksi buku bacaan masih sangat terbatas.

Sebenarnya, kami memiliki sepetak tanah di samping rumah. Ingin sekali kami bisa membangun di atas tanah tersebut sebuah sanggar khusus rumah baca yang lebih memadai. Hanya saja, pembangunan terkedala oleh keterbatasan dana.

Impian Lembur Kuring

Kami punya mimpi, rumah baca Lembur Kuring nantinya dapat memiliki bangunan permanen yang didesain sedemikian rupa, sehingga pengunjung merasa nyaman berada di dalamnya. Penataan ruang terdiri dari ruang baca yang didesain menurut usia pengunjung (deskripsi ini bersifat fleksibel, tergantung pada kesediaan ruangan dan kondisi) yaitu:

1. Ruang Display Buku dan Ruang Baca Indoor

Di ruang ini akan terdapat lemari besar dan rak buku kecil. Rak buku pertama mudah terjangkau, berisi buku-buku dan majalah anak-anak. Sedangkan untuk remaja dan dewasa penempatan bukunya disesuaikan oleh ketersediaan buku yang kita miliki, namun penempatannya dibedakan.

2. Ruang Baca Outdoor

Ruang baca ini terdapat di luar atau di samping ruang indoor. Konsep ruangan ini sedikit formal natural dan kekeluargaan, karena penempatan meja besar, tanpa kursi (lebih dikenal dengan istilah lesehan) yang di sediakan untuk orang dewasa membaca ataupun sekadar diskusi, serta fasilitas tambahan lainnya.

3. Ruang Bermain

Ruang bermain dengan konsep outdoor. Maksudnya, bilamana mereka sudah terasa jenuh membaca, arena bermain dapat anak-anak gunakan untuk menyalurkan ekspresi dan kreasi.

Sasaran Pengunjung Ruma Baca “Lembur Kuring”

Rumah baca dan kreatifitas anak ini diharapkan dapat menjadi sarana belajar murah dan mudah dalam meningkatkan minat baca anak-anak (PAUD, TK, SD), remaja (SMP, SMA), dan masyarakat umum, laki-laki dan perempuan, tak terkotak oleh perbedaan status sosial.

Jam Operasional Rumah Baca “Lembur Kuring”

Agar roda rumah baca & kreatifitas anak “Lembur Kuring” bisa berjalan baik dan kontinyu, maka pengelolaan untuk sementara dipantau dan ditangani langsung oleh penanggung jawab rumah baca dibantu oleh para relawan dari kerabat dekat yang kompeten.

Rumah baca Lembur Kuring dibuka setiap hari. Siang buka jam 10.00 sampai dengan jam 16.00 WIB. Rumah baca kembali buka pada malam hari pada jam 19.30 dan tutup pada jam 21.30 WIB.

Kegiatan Rumah Baca “Lembur Kuring”

Rumah baca “Lembur Kuring” didirikan untuk mendukung dan mengembangkan tradisi membaca masyarakat pada umumnya, dan khususnya anak-anak. Selain fokus dalam kegiatan membaca, rumah baca “Lembur Kuring” juga memfasilitasi anak-anak dan remaja untuk berekspresi, belajar apa saja.

Dengan adanya rumah baca Lembur Kuring diharapkan ekspresi dan kreasi anak-anak dan remaja dapat disalurkan sesuai minat dan bakat mereka, antara lain dalam menggambar, mewarnai, kerajinan tangan, kesenian, tulis menulis, mendongeng, dan berwirausaha kreatif, dengan menumbuhkembangkan “Literasi Berbasis Ekonomi”. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka kelak.

Program kreasi dan ekspresi ini minimal dilakukan seminggu sekali, hari Sabtu atau Minggu melalui beberapa kegiatan, yaitu:

Pertama: Membaca dan Menyimak

Anak-anak sedang membaca buku

Membaca dan menyimak adalah sebuah kegiatan membaca buku cerita berwawasan lingkungan hidup. Selain membaca, pengunjung rumah baca juga menyimak bahan bacaan yang akan dijadikan sebagai bahan diskusi.

Kedua: Ceritakanlah padaku!

Kegiatan ini dipandu oleh seorang story teller (pembaca cerita). Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan diskusi. Bahasa yang digunakan, selain bahasa Indonesia, juga dipadukan dengan bahasa Inggris. Bahan cerita berwawasan lingkungan.

Ketiga: Watch Me!

Kegiatan menonton film lingkungan hidup, dilanjutkan dengan diskusi, menggambar, dan membuat cerita.

Keempat: What and Who

Kegiatan pendidikan lingkungan yang mempelajari makhluk hidup di muka bumi, apa dan siapa, dan mengapa aku ada. Pembelajaran bertajuk ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Kelima: Ini Punyaku

Sebuah kegiatan yang dirancang sebagai kegiatan praktik kreatifitas yang berwawasan lingkungan mengacu pada konsep daur ulang, pembuatan kerajinan dari bahan yang tak termanfaatkan.

Di samping hal-hal yang telah diuraikan di atas, kami merencanakan Rumah Baca “Lembur Kuring” dapat digunakan pula sebagai tempat belajar kelompok, bimbingan belajar Usia dini dalam Calistung, Matematika, praktik sains dan bahasa Inggris, serta bimbingan pelatihan pelajaran. Maksudnya, bilamana ada anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, mereka dapat mengerjakan di rumah baca “Lembur Kuring” dengan bantuan relawan.[]

Editor: Masyhari

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id