0 0
Read Time:4 Minute, 13 Second

Oleh A. Rusdiana, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Literasi TIK merupakan salah satu di antara literasi yang harus dikuasai oleh peserta didik sebagai bekal dalam hidupnya, selain literasi baca tulis, literasi finansial, literasi numerik, literasi saintifik, dan literasi budaya dan kewargaan.

Literasi TIK bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan keterampilan kepada peserta didik dalam memahami dan mengaplikasikan TIK dalam kehidupan sehai-hari. Aplikasi TIK juga diberlakukan dalam proses pembelajaran. Penggunaan TIK dalam pembelajaran berfungsi untuk memudahkan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Konten-konten pelajaran dapat diambil dari internet dan berbagai sumber lain dengan bantuan TIK sehingga pembelajaran akan lebih menarik. Untuk pembelajaran jarak jauh, TIK juga dapat digunakan sebagai solusi dalam mengatasinya. Dengan TIK, jarak yang jauh tidak menjadi halangan untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran.

Helaluddin dalam penelitiannya (2019) mengidetifikasi ada beberapa bentuk atau program kebijakan dalam pendidikan yang sudah mengintegrasikan TIK dalam pelaksanaanya, di antaranya:

Pertama: Proses Seleksi Berbasis TIK

Memasuki era tahun 2000an, proses seleksi untuk mahasiswa baru, program beasiswa, rekrutmen karyawan/CPNS, dan lain-lain sudah mengintegrasikan TIK di dalamnya. Sebagai contoh, proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil mulai tahun 2013 sudah berbasis computer dengan menggunakan Computer Based Test (CAT). Proses seleksi menggunakan teknologi computer ini dianggap lebih fair karena tidak memungkinkan lagi terjadinya kolusi, korupsi, dan nepotisme. Demikian halnya dengan beberapa proses rekrutmen berbagai program kementerian sudah menggunakan TIK, seperti seleksi beasiswa LPDP, BUDI, Beasiswa Unggulan, dan lain-lain. Berbagai program yang mengintegrasikan TIK merupakan keniscayaan yang akan digunakan di semua program/ kebijakan pendidikan masa akan datang.

Kedua: Pengelolaan Jurnal Ilmiah Elektronik

Jurnal merupakan kumpulan artikel dari kajian teoritis maupun laporan hasil penelitian dari para peneliti, dosen, maupun mahasiswa. Jurnal sebagai terbitan ilmiah berkala juga mengalami metamorphosis dari versi cetak menuju versi elektronik. Proses submit artikel dari penulis kesistem jurnal, revisi, hingga konfirmasi penerimaan artikel dilakukan secara elektronik dalam sistem jurnal tersebut yang dikenal dengan Open Journal System (OJS). Dengan kondisi ini, para pengelola jurnal maupun penulis yang hendak menerbitkan artikel penelitiannya harus memahami dan menggunakan sistem jurnal ini. Dengan kata lain, semua elemen dalam pengelolaan jurnal maupun para penulis harus sudah terbiasa dengan aplikasi berbasis TIK ini.

Ketiga: Perpustakaan Daring (dalam jaringan)

Dewasa ini, keberadaan perpustakaan tidak hanya dapat diakses dengan mengunjunginya saja. Di era digital ini, sudah banyak perpustakaan yang menyediakan layanan berbasis daring atau online. Seperti yang telah dilakukan oleh Perpustakaan Nasional dalam mengintegrasikan layanannya dengan TIK. Perpustakaan Nasional telah melanggan beberapa sumber sehingga masyarakat dapat mengaksesnya kapan saja setelah mendaftrakan diri sebagai keanggotaan perpustakaan. Dengan sistem digital ini, masyarakat tidak harus mengunjungi perpustakaan namun cukup mengakses dengan gadget atau laptopnya di mana saja dan kapan saja.

Keempat: Sistem Akademik Kampus

Sistem akademik kampus juga sudah harus mengintegrasikan TIK di dalamnya. Dengan demikian, segala hal yang berkaitan dengan jadwal mata kuliah, pengisian KRS, mengunduh KHS, dan berbagai informasi akademik dapat diakses dengan mudah. Melalui system akademik kampus berbasis TIK ini akan memudahkan mahasiswa dalam mengakses berbagai informasi terkait perkuliahannya.

Kelima: Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran (Blended Learning)

Pembelajaran di kelas tidak lagi didominasi dengan pola pembelajaran tradisional, tetapi sudah harus menggunakan internet sebagai bagian dari pembelajaran. Ada tiga jenis pemanfaatan internet dalam media pembelajaran, yaitu: (1) web course, (2) web centric course, dan (3) web enhanced course.

Web course adalah penggunaan internet dalam proses pembelajaran dengan mengintegrasikan tugas, materi, diskusi, konsultasi dan lain-lainnya disampaikan melalui internet.

Webcentric course adalah pembelajaran yang masih mengadopsi sebagian dengan menggunakan internet, sisanya dilakukan dengan pertemuan seperti pembelajaran tradisional.

Web enhanced course adalah sistem pembelajaran yang masih mengutamakan pertemuan-pertemuan dalam pembelajaran tradisional. Sistem ini dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran menuju pembelajaran berbasis internet, namun persentase pertemuannya masih lebih banyak daripada penggunaan internetnya karena masih dalam taraf pengenalan.

Di samping itu, penggunaan TIK dalam pembelajaran dapat pula dilakukan dengan: (1) penggunaan intranet, (2) penggunaan mobile phone, (3) penggunaan CD ROOM/flashdisk, (4) teleconference, dan lain-lain. Selain digunakan dalam proses pembelajaran secara umum, TIK juga dapat diaplikasikan untuk mengembangkan karakter bagi mahasiswa (Apriani, 2016). Dengan mengandalkan sisi positif dari kehadiran TIK, karakter siswa/mahasiswa dan jiwa kepemimpinan dapat ditingkatkan melalui aktivitas pembelajaran di kelas. Wallau A’lam Bishowab.

Penulis:


Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peneliti PerguruanTinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) sejak tahun 2010 sampai sekarang. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Misbah Cipadung-Bandung yang mengem-bangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri/Ketua Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 50 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK-TPA-Paket A-B-C. Rumah Baca Masyarakat Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Provinsi Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/search?+a.rusdiana+shopee & source (3) https://play.google.com/store/books/author?id.

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id