Pagiku berpulang
bersama terik rentakku terbakar
mengukir senyum dalam tiadamu
bagai debur tanpa gelombang
mungkinkah kubalut sesal?
baktiku usang lunas terjual

Ibu,
kasihmu seumpama banyu
tempat kucuci segala luka
tempat kugadai arti nelangsa
tempat kubilas seluruh nestapa
tempat kuhapus butiran air mata
lalu ke mana kuteduh badan?
saat badai tak lagi berkawan

Senjaku kini berkabung
bersama surya resahku termenung
kicau parkit tak lagi menghibur
dingin sepiku menusuk jantung

ibu,
izinkan kupeluk wangimu
membaur dalam rindu redam
membalur sagaris pelipur
atas raga yang terpisah
dera jiwa di atas merah tanah
Izinkan kubasuh lukamu
luka yang patah, renta oleh cinta
mewujud di separuh usia
terukir di sudut-sudut keriput
dan telagamu ibu, tetap mengalir paripurna

Seumpama prasasti
sekelindan hidup yang nisbi
kulebur dalam hati
untuk bakti yang tak lantas mati

#menulisdihariibu
#SLIberkarya

Griya Alima, 22 Desember 2020

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *