0 0
Read Time:2 Minute, 11 Second

Oleh Eva Lilis Solihatun, Pengurus UKM Sahabat IAI Cirebon (2020-2021)

Ini adalah catatan pengalaman pribadi saya selama menjadi anggota dan pengurus aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Sahabat Literasi IAI Cirebon (UKM SLI).

Awal mula saya bergabung dengan UKM SLI karena arahan dari Pembina UKM SLI yakni Pak Masyhari. Waktu itu, beliau dan juga saya sama-sama menjadi anggota di sebuah grup WhatsApp bernama Al Insaaniyah Center. Saat itu, saya aktif memberi komentar terkait berbagai tulisan yang di-upload oleh Kang Mamang Haerudin.

Singkatnya, karena saya terbilang cukup aktif dalam grup tersebut, maka Pak Masyhari mengajak saya untuk bergabung di grup literasi yang khusus dibuat untuk mahasiswa di kampus IAI Cirebon. Saya pun tertarik, dan langsung mengiyakan untuk bergabung.

UKM SLI ini, sebelum disahkan namanya sebagai Sahabat Literasi IAI Cirebon, sebenarnya pernah beberapa kali berganti nama. Namun sayang, saya lupa apa saja urutan nama-nama yang pernah SLI ini miliki sebelumnya. Tapi saya tahu persis, logo SLI dulunya dibuat dengan kesepakatan bersama antara pembina, pengurus dan anggota SLI. Kami ikut berpartisipasi dalam memilih warna yang cocok untuk logo, bagaimana bentuknya yang pas, dan lain-lain.

Satu tahun bersama SLI, tentunya banyak cerita, pengalaman, suka dan duka yang saya dan sahabat literasi lainnya alami.

Sebelum disahkan menjadi bagian dari Pengurus UKM SLI, saya sempat bimbang mengenai kesiapan saya menjalankan tugas. Apakah saya mampu? Apakah saya bisa? Pertanyaan seperti itu selalu berputar dalam benak hati saya. Sehingga ketika pembina SLI menanyakan kesiapan saya, saya juga masih perlu waktu yang cukup lama untuk menyanggupinya.

Namun, karena saya tak kunjung memberi sinyal siap, akhirnya pembina langsung memutuskan bahwa saya sudah fiks masuk dalam kepengurusan SLI. Beliau berpendapat bahwa saya mampu dan mempunyai bakat di bidang literasi.

Akhirnya, segala keraguan dalam benak saya pun saya coba tepis dan hapus perlahan. Saya terus meyakinkan diri saya, bahwa saya mampu, bahwa saya bisa. Bismillah, biiznillah.

Perjalanan sebagai anggota dan pengurus SLI pun mulai saya lalui. Ada beberapa karya tulis yang saya publikasikan di grup WhatsApp SLI, mulai dari resensi, puisi, hingga cerpen. Perlu diakui, bahwa keberadaan UKM ini benar-benar bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis para anggota di UKM ini.

Saya yang masih ‘malas’ menulis pun, mau tidak mau harus memenuhi tanggung jawab menulis, bila mendapat tugas sebagai narasumber harian pada event diskusi literasi. Kemampuan menulis saya terus diasah, meski terbilang lebih lambat dari para anggota yang sudah mahir dan lebih profesional. Jam terbang menulis saya terus dilatih di UKM ini.

Saya bersyukur bisa bergabung di UKM SLI. Tidak hanya menambah relasi dan inspirasi, bergabung di UKM SLI juga memperluas wawasan dan pengalaman saya dalam membawakan acara, berorganisasi, dan banyak hal positif lainnya.[]

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id