Tagged: puisi

0

Puisi Eni Ratnawati: Badai

Sesekali duduklah di sinidi dekatkumembumi bersama wangi mawarmenunduk bersama runduk rerumputansejenak rasai lembutnya udarapadanya Sulaiman berbisik mesra Biar kukabarkan perihal musimtentang nasehat yang merantaiberdesir bersama semilir anginpada tubuh-tubuh melaratladang-ladang gandum sekaratdarah mengisi gelas juga...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Masyhari: Jejak Langkah ألف خطوة

ألف خطوة بدأتها وسرت بها ليالي وأياما مضطرباوالشمس طالعة وسط النهاروالرمال الرمضاء شكاها الماشي عليهاوأجنحة الملائكة على الأفق تظلّ رجائيطول المدى وبعد المسافة والكيس خال عن الزادوالخيال إلى أقطار السموات والأرضالنهار مليء بالعرق بشدة...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Eni Ratnawati: Patah

Pagiku berpulangbersama terik rentakku terbakarmengukir senyum dalam tiadamubagai debur tanpa gelombangmungkinkah kubalut sesal?baktiku usang lunas terjual Ibu,kasihmu seumpama banyutempat kucuci segala lukatempat kugadai arti nelangsatempat kubilas seluruh nestapatempat kuhapus butiran air matalalu ke mana...

Bagikan tulisan ke:
0

Puisi Masyhari: Tentang Ibu, Ceritaku

Dengarkan ceritaku, KawanCerita tentang ibuPerempuan perkasa dan hebatSepanjang waktu bersimbah keringat Dari gulita pagi butaHingga temaram menuju senjaTiada henti ia meski peluh mengucurTak jua sesal meski asa melebur Sesal memang tak mungkinHanya kecewa yang...

Bagikan tulisan ke:
0

Hujan Bulan Februari

Oleh Eni Ratnawati*) Pada getar yang pernah menjalari hati, kautitip samar sebentuk pendar pada rasa yang nyaris mati Di sini, kulipat rinduku di dermaga hati nan sepi. Saat pukau atas seberkas senyum retas di...

Bagikan tulisan ke:
0

Malaikat Yang Dihadirkan Untukku

Puisi Anton Aku seperti terombang-ambing di atas awan Tak berdaya dengan mata terpejamkan Pasrah jika harus merasakan sebuah hantaman Serpihan-serpihan batu kebimbangan   Mataku masih saja terpejam Dunia terasa seperti selalu malam Tak ada...

Bagikan tulisan ke:
RumahBaca.id