Tagged: sastra

0

Puisi Eni Ratnawati: Patah

Pagiku berpulangbersama terik rentakku terbakarmengukir senyum dalam tiadamubagai debur tanpa gelombangmungkinkah kubalut sesal?baktiku usang lunas terjual Ibu,kasihmu seumpama banyutempat kucuci segala lukatempat kugadai arti nelangsatempat kubilas seluruh nestapatempat kuhapus butiran air matalalu ke mana...

Bagikan tulisan ke:
0

Cerpen: Dua Garis Merah (Bag. 2)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Angin berkacak garang. Sesekali, debu dan sampah beterbangan sebelum terbanting ke tanah dalam satu hentakan. Matahari sedang panas-panasnya. Terik membara menusuk dedaunan, kulit pohon, aspal, meninggalkan jejak gelap di...

Bagikan tulisan ke:
0

Malaikat Yang Dihadirkan Untukku

Puisi Anton Aku seperti terombang-ambing di atas awan Tak berdaya dengan mata terpejamkan Pasrah jika harus merasakan sebuah hantaman Serpihan-serpihan batu kebimbangan   Mataku masih saja terpejam Dunia terasa seperti selalu malam Tak ada...

Bagikan tulisan ke:
0

Cerpen: Dua Garis Merah (1)

Oleh Eni Ratnawati RumahBaca.id – Angin sore merambat sayup membelai keheningan. Tak banyak pergerakan terlihat di area itu selain geliat para pedagang kaki lima yang sejak pagi mangkal di sepanjang kanan-kiri jalan Manukan. Debu...

Bagikan tulisan ke:
4

Cerpen: Akad Nikah (2)

Oleh Eni Ratnawati “Maafin aku sayang. Aku belum bisa kalau sekarang ini.” jawab Pram lemah, sambil menggenggam jemari Alfi. “Tapi ayah nanyain terus loh. Ini kesempatan kamu nunjukin keseriusan kamu.” Alfi tahu Pram tidak...

Bagikan tulisan ke:
RumahBaca.id