Oleh Serlia*)

Hukum Islam mengalami perkembangan karena adanya dukungan dari kekuatan sosial budaya. Hukum Islam merupakan salah satu aspek ajaran utama dalam pandangan umat Islam.

Apa saja ruang lingkup hukum Islam?

Ruang lingkup hukum Islam adalah objek kajian hukum Islam atau bidang-bidang hukum yang menjadi bagian dari hukum Islam. Hukum Islam di sini meliputi syariah dan fikih. Pada dasarnya, hukum Islam ini sangat berbeda dengan hukum barat. Perbedaannya, jika hukum barat itu membagi hukum menjadi hukum privat atau hukum perdata, dan hukum publik. Sama halnya dengan hukum adat di Indonesia. Dalam hukum Islam tidak membedakan antara hukum privat maupun hukum publik.

Mengenai pembagiannya, bidang kajian hukum Islam lebih difokuskan pada bentuk aktivitas atau kegiatan manusia dalam berinteraksi. Dengan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa ruang lingkup hukum Islam itu terbagi menjadi dua, yaitu pertama, hubungan manusia dengan Tuhan atau biasa disebut hablun minallah, hubungan ini sama halnya dengan kegiatan ibadah. Kegiatan kita mendekatkan diri kepada sang pencipta. Dan kedua, hubungan manusia dengan sesamanya atau disebut dengan hablun minannas. Salah satu kegiatan hubungan ini yaitu yang berhubungan dengan muamalah.

Pada hakikatnya, hukum Islam bukan hanya mengenai teori semata. Namun, terdapat sebuah aturan yang tujuannya untuk diterapkan di dalam kehidupan manusia. Karena umumnya banyak ditemui permasalahan yang dapat mengakibatkan perbedaan pendapat. Maka, diperlukannya sumber Islam sebagi solusi penyelesaian permasalahan tersebut.

Dari hal itu, terdapat beberapa sumber hukum Islam. Yang terdiri dari al-Qur’an. Sumber hukum Islam yang pertama adalah al-Qur’an. Karena al-Qur’an merupakan kitab suci umat muslim. Dalam al-Qur’an terdapat kandungan yang berisi ketentuan, larangan, perintah, anjuran, hikmah dan lain sebagainya. Al-Qur’an menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya,  agar tercipta masyarakat yang ber akhlak mulia. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa ayat-ayat al-Qur’an menjadi landasan utama untuk menetapkan suatu syariat.

Kedua, sumbernya yaitu hadits. Dalam hadist terdapat kandungan mengenai aturan-aturan yang dijelaskan secara rinci, segala aturan yang masih global dalam al-Qur’an. Hadits bisa disebut juga dengan sunnah, maka dapat diartikan bahwa segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Rasulullah SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum Islam.

Sumber ketiga, yaitu ijma. Ijma merupakan kesepakatan seluruh ulama mujtahid pada satu masa setelah zaman Rasulullah atas sebuah perkara dalam agama. Dan sumber yang terakhir, yaitu qiyas. Qiyas itu artinya menjelaskan sesuatu yang tidak ada dalil nashnya dalam al-Qur’an atau hadis, dengan cara membandingkan sesuatu yang serupa dengan sesuatu yang hendak diketahui hukumnya.

Lantas, bagaimana penerapan hukum Islam di Indonesia?

Meskipun Indonesia tidak menerapkan hukum Islam secara menyeluruh seperti di Arab Saudi. Namun pada dasarnya nilai yang terkandung dalam Islam pula diterapkan dalam hukum positif Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai peraturan perundang-undangan yang mengandung nilai-nilai hukum Islam, di antaranya:

Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Salah satu pengaruh utama yang menyebabkan Indonesia tidak menerapkan hukum Islam, karena keberagaman masyarakat Indonesia yang majemuk membuat tidak mudahnya untuk menerapkan hukum Islam secara menyeluruh. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama dan budaya. Hal ini yang kemudian menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

Jadi, meskipun Indonesia tidak menerapkan hukum Islam secara menyeluruh seperti negara Islam lainnya, namun sesungguhnya nilai-nilai dari hukum Islam itu sendiri tetap terkandung dalam berbagai peraturan perundang-undangan.

*) Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *