Oleh Siti Qowiyah Jamil Qomala, Mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon

RumahBaca.id – Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alamnya. Oleh karenanya, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi dan bahkan menjadi pusat perhatian dunia internasional. Perekonomian Indonesia tentunya mengalami pasang surut. Indonesia pernah mengalami fase krisis ekonomi, dan bersyukur kemudian bisa kembali stabil. Beberapa tahun terakhir ini keadaan perekonomian di Indonesia sedang mengalami penurunan, khususnya akibat hantaman dahsyat arus pandemi Covid-19.

Dampak pandemi dalam perekonomian yang paling krusial ditandai dengan banyaknya perusahaan besar yang gulung tikar, sebab tak mampu membayar biaya produksi dan pekerjanya. Namun di samping itu, bermunculan UMKM baru yang terus berkembang pada masa pandemi. Ini sebagai upaya untuk mencegah kemiskinan yang terus berkelanjutan. Selaras dengan perkembangan zaman, dunia teknologi pun semakin berkembang pesat. Oleh karenanya, pergerakan ekonomi pada masa pandemi ini banyak beralih ke dunia digital. Peralihan ke dalam dunia digital ditandai dengan banyaknya kegiatan masyarakat yang dilakukan secara virtual dan mengharuskan menggunakan gadget, sebab adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah.

Era disrupsi nampaknya semakin membawa kemudahan dan membawa ide serta inspirasi baru khususnya bagi para pelaku ekonomi. Banyak pelaku ekonomi yang lebih memilih menjajakan barang jualannya melalui media online. Dalam hal ini telah banyak media online yang mendukung digitalisasi ekonomi masa kini dengan adanya marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan semacamnya. Selain menjangkau lebih banyak pangsa pasar, media digital juga mempermudah produsen maupun konsumen dalam bertransaksi. Kemudian, di Era disrupsi ini perusahaan harus beradaptasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, meningkatkan inovasi serta dituntut untuk menerapkan teknologi digital yang lebih canggih.

Maraknya penjualan dengan menggunakan media digital tampaknya menarik perhatian generasi milenial. Banyak dari mereka yang aktif dalam bermedia sosial. Karena itu tak heran setiap dari mereka tentu lebih nyaman berlama-lama menatap layar smartphone daripada bersosialisasi langsung dengan sekitar. Banyak di antara generasi milenial ini yang menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan menatap layar handphone. Namun tidak sedikit dari mereka pula yang sadar manfaat bermedia sosial dapat menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Karenanya, saat ini banyak generasi milenial yang tertarik untuk mencoba berjualan, atau hanya sekedar menjadi reseller dan droshiper di media sosial. Dengan begitu generasi milenial dapat lebih produktif dalam bermedia sosial dan mengelola waktu yang ada dengan tetap berpenghasilan.

Berjualan menggunakan media digital atau membuka lapak secara online dapat meningkatkan penghasilan, karena keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan berjualan seperti biasanya. Lapak online adalah salah sarana atau tempat dimana kita dapat menjual atau membeli produk barang ataupun jasa melalui smarthone, laptop atau media lainnya yang terhubung dengan jaringan internet. Lapak online sendiri sudah banyak digunakan, sebagian besar pengguna internet di Indonesia telah menggunakan lapak online. Lapak online ini juga didominasi oleh pelaku UMKM yang setiap tahunnya mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Semakin berkembangnya lapak online ini semakin banyak pula kemudahan dan manfaat yang ditawarkan. Kemudahanya yakni berbelanja tanpa harus keluar rumah, banyaknya variasi barang yang ditawarkan, dan tentunya dengan sistem pembayaran yang cukup mudah. Ada banyak sistem pembayaran yang disediakan, di antaranya melalui kartu kredit, transfer ATM, minimarket (In**mart, A***mart dan semacamnya. Di samping itu, lapak online sangat bermanfaat bagi perekonomian di era ini. Di antara manfaatnya yakni dapat menambah pendapatan negara, dengan diberlakukannya pajak untuk bisnis tersebut. Selain itu, lapak online juga meningkatkan jumlah wirausahawan, sehingga mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Selain manfaat yang diperoleh, lapak online atau berbelanja melalui toko online ini sebetulnya memiliki kelemahan, di antaranya yaitu peluang besar adanya penipuan, serta keharusan untuk membeli kuota atau berlangganan internet. Maraknya penipuan melalui media online tentu saja sangat merugikan. Paling tidak, dengan maraknya kejahatan penipuan tersebut, banyak masyarakat yang khawatir untuk berbelanja online. Di samping itu, sering terjadinya kasus produk yang diperoleh tidak sesuai dengan gambar display membuat sebagian masyarakat kurang peraya dengan lapak online.

Di samping kemudahan, manfaat, dan kelemahan yang ada, di dalam digitalisasi ekonomi ini tentu saja terdapat tantangan, di antaranya yaitu semakin ketatnya persaingan pasar. Banyak produk dari luar masuk ke Indonesia yang berpotensi menghambat perkembangan produk lokal. Di sinilah dibutuhkannya strategi dan sinergi dari pihak swasta maupun pemerintah untuk terus meningkatkan inovasi, agar produk lokal tidak kalah dengan produk luar negeri.

Tantangan lainnya yakni ketersediaan akses internet. Dapat kita ketahui bahwa di Indonesia akses internet belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah. Oleh karena itu perlu adanya pemerataan akses internet ini untuk mendukung peningkatan ekonomi digital.

Internet sangat penting, sebab segala sesuatu yang berhubungan dengan lapak online ini tentu saja membutuhkan akses internet. Hal ini berguna untuk membangun brand tanpa harus memiliki toko sendiri karena di dalam internet telah tersedia toko yang lebih efektif yakni e-commerce. Internet berguna dalam mempromosikan sebuah produk. Artinya, di sini para pelaku ekonomi yang menggunakan media online tidak perlu lagi menyebarkan brosur cetak kepada orang-orang. Hal ini dapat mengemat waktu dan dapat lebih banyak menjangkau khalayak umum, tidak hanya dalam negerai, tapi juga di luar negeri.

Dengan demikian, jelas bahwa lapak online di era disrupsi seperti saat ini membawa dampak positif bagi perekonomian di Indonesia. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memulihkan kembali perekonomian dunia khususnya di Indonesia yang sempat mengalami ketidakstabilan. Namun, tentunya harus didukung dengan adanya fasilitas yang mendukung, agar sistem perekonomian digital ini dapat berkembang lebih pesat lagi. Fasilitas yang mendukung tersebut bukan hanya perihal akses internet, namun juga dalam peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi. Wallahu a’lam.

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *