Rumah Baca – Rabu sore (26/5/2021) berdasarkan data astronomi, di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi gerhana bulan total (super blood moon). Gerhana bulan akan berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 5 jam.

Berdasarkan infografis yang disebarkan oleh LFNU Kabupaten Cirebon, untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya gerhana akan berlangsung mulai pukul 18:11 hingga 19:52 WIB.

Sesuai tuntunan Rasulullah, umat Islam sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk melaksanakan salat gerhana bulan (khusuf), baik gerhana bulan total, maupun sebagian. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melakukan amal-amal kebaikan, semisal berzikir, bertakbir, istighfar, taubat, doa, bersedekah, dan amal kebaikan lainnya.

Mengingat saat ini Indonesia sedang dalam masa pandemi Covid-19, Kementerian Agama RI, melalui Ditjen Bimas Islam (24/5/2021), Kamarudin Amin mengimbau umat Islam agar memperhatikan protokol kesehatan saat melaksanakan salat gerhana bulan.

“Karena masih pandemi, salat gerhana agar diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” tegasnya.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Menurut mayoritas ulama, sebagaimana disebutkan dalam kitab Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram (Juz 2: 149-152), tata cara salat gerhana agak sedikit berbeda dengan praktik pelaksanaan salat sunah pada umumnya.

Salat gerhana sebaiknya dilaksanakan secara berjamaah di masjid ataupun di rumah. Meskipun begitu, menurut mayoritas ulama, salat gerhana tetap sah bila dilaksanakan sendirian di rumah.

Sebelum salat gerhana tidak didahului oleh azan ataupun iqamat, melainkan cukup dengan seruan: الصلاة جامعة (Ashshalätu Jämi’ah) sebelum pelaksanaan salat. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwatkan oleh Imam Muslim dari Sayyidah Aisyah rh.

Apakah salat gerhana bisa diqada?

Bila masa gerhana matahari atau bulan telah berakhir, sementara seseorang belum salat gerhana, apakah bisa diqada? Jawabnya, tidak. Sebab salat ini terikat kuat dengan sebab tertentu, yaitu gerhana. Karena sebabnya telah lewat, maka habislah masa kesunahannya.

Sebelum melaksanakan salat gerhana secaa berjamaah, dianjurkan mandi sebagaimana sebelum salat Jumat dan salat hari raya. Demikian sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘Ala Mazhabil Imam Asy Syafi’i (Juz 1: 238).

Adapun detail tata cara salat gerhana bulan menurut mayoritas ulama sebagai berikut:

1. Berniat di dalam hati (ketika takbiratul ihram). Sebelumnya dianjurkan melafalkannya secara lisan berikut sebagai penguat niat hati. Berikut ini lafal niat untuk makmum:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوْف رَكْعَتَيْن مَأْمُوْمًا/ مَأْمُوْمَةً لله تعالى

Ushalli sunnatal khusufi rak’ataini ma’muman (bagi makmum pria) atau ma’mumatan (bagi makmum perempuan) lillahi ta’ala” (Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala)”;

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa;
3. Membaca do’a iftitah, kemudian membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih);
4. Kemudian ruku’ yang lama, sambil membaca tasbih sebagaimana salat lain;
5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal), sambil membaca doa ketika i’tidal sebagaimana biasanya;
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun tetap berdiri dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, dengan membaca tasbih sebagaimana saat sujud pada salat lainnya, lalu duduk di antara dua sujud, dengan membaca doa sebagaimana biasanya, kemudian sujud kembali;
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
11. Salam.

Setelah salat imam menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa (khususnya agar wabah covid-19 berakhir), beristighfar, dan bersedekah.

Karena sedang masa pandemi Covid-19, alangkah baiknya bila tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana infografis dari Kemenag RI di bawah ini:

Panduan Salat Gerhana Bulan Berjamaah di Masa Pandemi

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *