Cirebon – Seorang mahasiswa tidaklah cukup hanya berkutat pada diktat, teori dan berwacana di mimbar akademik. Peran aktif mereka dituntut di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka butuh pengalaman nyata, sebagai wujud aplikasi terhadap ilmu dan teori yang dipelajarinya di bangku kuliah. Demikian dasar pemikiran dan latar belakang kegiatan diskusi kewirausahaan yang digelar oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (Hima Ekos) IAI Cirebon pada Jumat malam (27/08/2021).

Kegiatan yang diberi nama Ngombras (Ngobrol Santai) tersebut digelar secara online melalui platform Zoom Meeting. Hal tersebut, sebagaimana dikatakan Ismawan Khoeruman Azam, ketua Hima Ekos IAI Cirebon, karena melihat kondisi pandemi yang masih melanda Negeri ini.

Tema yang dipilih dalam kesempatan Ngobras sesi pertama kali ini yaitu “Mencetak Kader Muda Berjiwa Leadership dan Entrepreneurship”.

Pemilihan tema itu, terang Azam, bukan tanpa alasan. “Selain untuk mempererat tali silaturahim di antara para mahasiswa prodi Ekonomi Syariah, juga untuk memotivasi kawan-kawan mahasiswa agar memiliki jiwa kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan.”

Turut hadir dalam acara tersebut, Masyhari, ketua Prodi Ekonomi Syariah, yang memberikan sambutan, sekaligus membuka acara Ngobras Perdana. Dalam kesempatan tersebut, ketua Prodi memberikan apresiasi atas kegiatan yang digelar oleh Hima Ekos tersebut.

“Semoga kegiatan diskusi semacam ini dapat menyuntikkan semangat kawan-kawan mahasiswa dalam berwirausaha,” harapnya.

Hal itu, karena tidak jarang di antara para pelajar dan mahasiswa yang kuliah untuk tujuan agar bisa bekerja sebagai karyawan di pabrik atau perusahaan.

“Saya harap kegiatan diskusi bisa berjalan lancar dn secara istikamah digelar,” terangnya.

Para mahasiswa Ekos cukup antusias menyambut kegiatan online tersebut, meskipun digelar pada malam hari usai Isya, jam istirahat malam. Hal itu terbukti, ada sebanyak 18 orang yang tercatat ikut meramaikan jalannya diskusi.

Turut hadir pula dari kalangan dosen, Ibu Lislis Lisnawatingingsih dari Prodi Hukum Keluarga Islam IAI Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Lislis berpesan agar kita jangan berfikir tentang apa yang akan kita dapatkan, tapi kita pikirkan apa yang bisa kita berikan.

Acara Ngobras sesi pertama ini dipandu langsung oleh Azam, ketua Hima Ekos, dan menghadirkan M. Yusuf Paisal atau akrab disapa Kang Yuuf, sebagai narasumber.

Selain sebagai mahasiswa aktif prodi Ekonomi Syariah dan pegiat literasi di UKM Literasi, Kang Yusuf merupakan seorang entrepreuner. Ia bersama istri merintis usaha bidang kuliner dengan brand “Ayam Kemvong”. Selain itu, ia juga punya usaha bidang fashion, dengan brand “Habibah Hijab Store”.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf menyampaikan, bahwa kunci utama dalam memulai usaha yaitu keyakinan dan kemantapan hati. Selain itu, ia berpesan agar kawan-kawan sebagai wirausahawan tidak takut terhadap resiko. Sebab, menurutnya, yang namanya resiko dalam berwirausaha itu sebuah keniscayaan.

“Kita harus siap dan berani mengambil resiko. Karena usaha itu selain untung juga bisa berpotensi rugi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengingatkan agar seorang wirausahawan, jangan hanya bertujuan untuk mencari uang, akan tetapi harus berniat belajar dan ibadah, sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat berupa kesehatan jiwa dan raga.

Terkait strategi dalam meningkatkan penjualan, Yusuf menekankan agar seorang wirausahawan mau mencari ide yang kreatif, serta memperhatikan kualitas produk yang akan dijual.

“Maka, kita harus melakukan riset di lapangan untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup terkait kondisi pasar dan tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sehingga kita dapat memperbaiki kualitas produk,” lanjutnya.

Selain itu, kata Kang Yusuf, seorang wirausahawan juga harus meningkatkan jiwa leadership, kepemimpinan, untuk membantu mendorong keyakinan diri agar tidak mudah untuk menyerah.

Untuk mengurangi resiko dan sebagai tindakan pencegahan, seorang wirausahawan ketika melakukan sebuah transaksi atau kerjasama harus membuat perjanjian secara tertulis. Hal itu, menurutnya, untuk menghindari pemutusan kontrak secara sepihak.

Sebagai pengusaha pemula, menurutnya, harus memiliki kemauan untuk berproses dalam pengembangan diri, dan mau membuka diri, mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi terkini.

“Kita juga harus memperbanyak akses dan jaringan, supaya kita mendapat bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman,” tutupnya.[]

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *