Oleh Anisa Suhada Putri*)

RumahBaca.id – Pekan ini masuk kuliah perdana mata kuliah Filsafat Hukum Islam di jurusan kami, Hukum Ekonomi Syariah. Dalam proses perkuliahan, media yang ditawarkan oleh dosen pengampu yaitu WhatsApp group, Google Classroom dan Youtube. Saya sendiri setuju dengan media yang disarankan, karena media tersebut cukup familiar di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan pengalaman di semester sebelumnya, WhatsApp group sangat membantu kelancaran diskusi materi. Media ini sangat bersahabat bagi penggunanya. Walau dengan sedikit sinyal jaringan internet, user tetap bisa terkoneksi dengan lancar. Ini berbeda dengan Google Classroom, yang terbilang lambat, khususnya bila koneksi internet tidak terlalu kuat.

WhatsApp juga sangat mudah digunakan, karena tampilannya simpel seperti halnya SMS. Memanfaatkan WhatsApp group dalam proses perkuliahan cukup mudah, mengingat semua mahasiswa sangat akrab dengannya. Semua mahasiswa memiliki aplikasi WhatsApp, dan setiap hari mereka menggunakannya.

Hanya saja, WAG punya sisi kekurangan, yaitu fasilitas video conference terbatas hanya untuk beberapa orang saja, tidak dapat meng-cover seluruh mahasiswa yang berjumlah 30-40 orang.

Selain itu, media Google classroom dipakai untuk mengirimkan tugas mahasiswa berupa esai setiap akhir pertemuan di kolom yang sudah disiapkan oleh dosen pengampu. Pengiriman tugas dipakai sebagai bukti kehadiran dalam perkuliahan, selain keaktifan dalam diskusi materi via WAG.

Kelebihan media Google Classroom adalah kita sebagai pengguna bisa lebih rapi dalam menyimpan tugas, mudah dicari dan tidak membutuhkan banyak ruang penyimpanan di memory seluler. Namun, seperti saya singgung tadi, karena media ini sangat lambat bila jaringan internet lemah, maka tidak cocok dipakai untuk berdiskusi. Agar bisa update isinya, media/aplikasi harus sering direfresh terlebih dahulu. Sehingga cukup mengganggu jalannya diskusi.

Media yang terakhir adalah Youtube. Dosen akan memberikan penjelasan materi berupa video atau Power Point yang telah dikonversi dalam bentuk video menggunakan media Youtube.

Menurut saya, penggunaan media sangat membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi dari dosen. Media ini bisa jadi semacam pengganti pertemuan tatap muka secara luring. Hanya saja, kelemahan media ini, mahasiswa tidak bisa berbicara atau berinteraksi secara langsung dengan dosen. Mahasiswa hanya bisa bertanya seputar materi melalui kolom komentar. Adapun jawabannya harus menunggu respon dosen yang bisa jadi tertunda dalam jeda waktu yang cukup lama, tidak langsung.

Karena itu, terkadang sesekali bisa juga menggunakan Google Meet atau Zoom Meeting sebagai media perkuliahan. Karena dengan media ini memberi peluang untuk video conference, dosen dan mahasiswa bisa melakukan komunikasi dan interaksi seperti tatap muka secara luring. Hanya saja, platform ini cukup menguras kuota data internet mahasiswa.

Tentunya, masih banyak media belajar daring (e-learning) lain yang bisa digunakan. Akan tetapi, semua kembali kepada dosen dan mahasiswa, serta kesempatan untuk mengakses media tersebut. Penggunaan learning management system (LMS) yang menggabungkan antara sejumlah platform di atas (video, tulisan, audio, gambar, penugasan, dan lain sebagainya) tentunya lebih diutamakan bila sudah tersedia dan bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa.

Penggunaan semua media di atas tentunya sangat berpengaruh dalam perkuliahan secara daring. Sisi positif dari penggunaan media-media tersebut, mahasiswa semakin kreatif, pantang menyerah dalam belajar dan mengupdate pengetahuan digital dan teknologi informasi yang semakin maju. Selain itu, mahasiswa akhirnya dapat menggunakan sosial media secara tepat.

Hanya saja, sisi kelemahannya, penggunaan media membuat mahasiswa semakin miskin. Sebab, untuk bisa mengakses media tersebut, mahasiswa harus membeli paket internet sendiri. Tanpa paket internet, mahasiswa tidak mungkin bisa mengakses internet untuk mengikuti perkuliahan secara daring.

Terkait dengan metode pembelajaran, menurut saya yang tepat yaitu metode diskusi. Setiap pertemuan dosen memberikan video berupa materi melalui Youtube. Selanjutnya, masing-masing mahasiswa memberikan komentar atau pendapat terhadap materi tersebut. Dengan begitu, semua mahasiswa mampu aktif dalam setiap pertemuan.

Metode penugasan berupa menulis dan presentasi makalah, jurnal atau artikel menurut saya kurang efektif. Karena setiap diskusi pasti ada saja mahasiswa yang tidak mengikutinya. Sebagian ada yang hadir berkomentar sekedar untuk mengisi daftar hadir saja.

Metode membuat makalah juga sebenarnya memiliki kelebihan. Yaitu membuat mahasiswa mampu memahami materi lebih mendalam, karena di dalam makalah terdapat materi-materi terkait perkuliahan. Akan tetapi, jika makalah hanya dibaca saja, maka mahasiswa akan kurang memahaminya, kecuali bila ada penjelasan secara langsung dari dosen.

Alhasil, semoga media-media yang digunakan tersebut bisa efektif sebagaimana yang diharapkan.[]

*) Mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *