0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Oleh Ahmad Rusdiana

“Sumberdaya Manusia Emas Menuju Indonesia Emas” adalah suatu yang pernah digunakan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Wisuda ke-87, 17 September 2022 (yang belum sempat penulis rilis). Tema ini mengingatkan kita kepada pesan Bung Karno bahwa, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka,” ujar Bung Karno dalam pidatonya pada saat peringatan hari ulang tahun proklamasi ke-22 tahun 1966.

Kalimat yang terucap dari presiden pertama Republik Indonesia tersebut merupakan motivasi yang sangat bermakna bagi bangsa Indonesia untuk terus berani memperjuangkan mimpi-mimpinya, visinya, maupun segala yang dicita-citakannya (Teguh Pribadi, 2021). Pernyataan Bung Karno tersebut mengandung dua konsep penting untuk diwariskan kepada generasi penerus dalam membangun bangsa dan negara Indonesia ke depannya.

Pertama, konsep kemandirian. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat tidak lagi bergantung kepada negara lain. Pada awal kemerdekaan, founding fathers negara kita telah sadar betul dengan potensi Indonesia sebagai negara yang dianugerahi dengan alam yang luar biasa kaya dan merupakan modal penting yang harus dijaga bersama serta dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran, kesejahteraan, serta kemandirian bangsa Indonesia.

Kedua, konsep percaya diri dan optimisme. Para Founding Father negara kita seperti menyuarakan pesan secara lintas generasi yaitu sebagai generasi penerus bangsa. Kita harus memiliki rasa percaya diri dan optimisme dalam menetapkan visi dan tujuan bangsa dan negara ke depan.  Visi adalah mimpi, harapan yang jauh ke masa depan.  Bukankah para Founding Fathers bangsa kita mendirikan Indonesia juga dengan sebuah mimpi serta harapan besar sebagaimana yang dituangkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Maka, dalam rangka menyongsong hari jadi Kemerdekaan Indonesia yang ke-100 di tahun 2045 nanti, Pemerintahan Indonesia telah menetapkan visi Negara Kesatuan Republik Indonesia 2045 dengan 4 pilar yaitu (1) Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, (2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, serta (4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Penyusunan visi Indonesia Emas 2045 diawali dengan identifikasi hasil pembangunan yang telah dicapai selama lebih dari 70 tahun Indonesia Merdeka, termasuk aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan diperkuat di masa mendatang.  Di samping itu, juga dilakukan pemetaan terhadap lingkungan global yang akan terjadi hingga tahun 2045 dengan dinamika yang sangat cepat dan penuh dengan volatilitas (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), ambiguitas (ambiguity) atau VUCA antara lainnya yaitu isu demografi global, meningkatnya persaingan antar kawasan dalam mendapatkan sumber daya alam, disrupsi teknologi dan informasi dengan semakin berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), perubahan iklim, dan isu  geopolitik, serta ancaman pandemi global seperti Covid-19.

Pertanyaannya mampukah para Wisudawan/i meghadapi tantangan VUCA…?. Dari Meja Prosesi saya mengajak kepada Para Wisudawan/i, sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu merespon visi Indonesia Emas 2045 dengan tidak ada kata selain optimis, kerja keras, kerja sama, dan pantang menyerah sebagai harga yang layak untuk mengantarkan ke tujuan Indonesia Emas 2045.  Seperti pepatah bijak “Gantunglah cita-cita setinggi langit, jika engkau terjatuh maka akan terjatuh diantara bintang-bintang”.  Selamat berjuang! Wisudawan/i Sampai berjumpa di Indonesia Emas tahun 2045.

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Salah satu dari anggota Prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke 88. Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik,  Peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Misbah Cipadung-Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK-TPA-Paket A-B-C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1)http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators.2)https://www.google.com/search?q=buku+a.rusdiana+shopee&source(3)https://play.google.com/store/books/author?id=Prof.+DR.+H.+A.+Rusdiana,+M.M.

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RumahBaca.id