Oleh Ati Latifah*)

Bismillaah. Sedikit sharing ya teman-teman. 😊

Awal mula aku bergabung di UKM SLI itu berkat info dari teman seperjuangan dari jurusan HKI, Dinda Alfia Noki. Ya, dia yang ngajak aku bergabung, karena waktu itu aku agak telat dapat info awal masuk perkuliahan, sampai-sampai aku nggak ikutan acara ta’aruf mahasiswa baru. Curhat sedikit gak papa ya. Hehe.

Syaratnya sih mudah. Yang pertama, tentunya kamu harus mahasiswa aktif di IAI Cirebon. Selanjutnya, aku diminta follow IG, fb dan subscribe channel youtube SLI, dan yang terakhir menulis sepanjang kurang lebih satu halaman berisi profil perkenalan, cerita pengalaman berliterasi dan alasan atau motivasi mengapa masuk SLI.

Sampai akhirnya aku bergabung di UKM SLI. Awalnya aku hanya sekedar menyimak setiap ada diskusi di WhatsApp Group, belum berani berkomentar apalagi berpendapat (khawatir salah 😁). Dan sempat juga ngerasa kalau pembahasannya di SLI maqomnya udah tinggi. Mungkin hanya perasaanku saja saat itu yang masih takut dan enggan untuk ikut nimbrung.

Di UKM SLI setiap bulannya selalu mengagendakan acara diskusi, meskipun hanya diskusi via WAG. Meski begitu, sangat hidup sekali forum diskusinya. Bahkan sering juga sampai berkelanjutan di keesokan harinya. Mmantapp kan!

Beberapa agenda diskusi di SLI bervariasi; ada esai, tadarus buku, review buku mata kuliah, dan lain sebagainya. Diskusi diagendakan dua hari sekali, dengan satu narasumber dan satu host.

Narasumber bertugas untuk mengirimkan tulisannya sesuai tema pada bulan tersebut. Sedangkan host bertugas membuka acara diskusi, memandu jalannya diskusi, membuka sesi tanya jawab/kritik dan saran, menutup diskusi dan menyimpulkan hasil dari diskusi.

Jadwal diskusi pada pukul 20.00-21.00 WIB. Meskipun dijadwalkan sampai pukul 21.00, kadang bablas terooss sampai pagi, (sesuai keseruan tema diskusi dan orang-orang yang masih semangat untuk membahas). Hehe.

Awal-awal, aku hanya jadi tim nyimak WAG, sampai pada akhirnya di bulan Oktober (kalau ndak salah ingat). Salah satu dari pengurus SLI menghubungiku, meminta aku untuk mengirimkan tulisan di WAG SLI untuk mengisi kekosongan narasumber saat itu. Macam mana rasanya yang tadinya cuma jadi tim nyimak, tiba-tiba suruh ngirim tulisan. Huwaaa 😯😅 Dalam hati “tulisan apa yang mau aku kirim ke grup? Wong selama ini cuma jadi tim nyimak”.

Sambil mikir, baru ingat kalau beberapa waktu lalu pernah ikut acara workshop kepenulisan yang diselenggarakan oleh HIMA PAI. Saat itu peserta yang hadir disuruh bikin tulisan abstrak, dan aku sempat mengirim tulisanku. (Padahal apa itu abstrak pun aku tak faham 🤭, yang penting nulis aja lah). 🤣🤣

Baiklah, aku iyakan permintaan pengurus SLI, dan bismillaah perdana aku kirim tulisanku dengan judul Misteri Stiker Jempol di WAG SLI, dengan hati yang dagdigdug. Takut salah, takut penulisannya kurang tepat, pokoknya segala ketakutan berkecamuk dalam hati. 😟

Setelah dikirimkan, didiskusikan dan dibahas. Alhamdulillaah tulisanku diterima dengan respon yang positif oleh pembina UKM SLI, Pak Masyhari, pengurus dan anggota UKM SLI. Walau tetap masih banyak koreksian dari segi kepenulisan, tanda baca titik dan koma. Setidaknya sedikit mengurangi rasa ketakutanku yang sudah berkecamuk sejak pertama diberi kabar dari pengurus SLI.

Dan sejak saat itu pula, aku mulai agak santuy dan berani sedikit-sedikit ikut nimbrung, ikut diskusi di WAG SLI. Lama-lama malah menyatu dan berasa punya keluarga baru di SLI. 💚 Karena di SLI bukan hanya ilmu kepenulisan saja yang kudapat, tapi juga motivasi, semangat, yang benar-benar bisa membangun rasa percaya diriku. Kritik dan saran dari pembina dan semua penghuni WAG SLI benar-benar menjadi cambuk untuk diri ini. Walaupun kadang kritik dan sarannya agak pedas level 3-5. hehehe

Tapi semua itu tidak menyurutkan semangatku untuk terus berani menggali dan menunjukkan potensi dalam diri. Karena kita semua bisa menulis, bisa mengeskpresikan segala sesuatu melalui tulisan. Tinggal tekadnya saja yang belum ada, hingga menjadikan kita merasa takut dan minder. Iya kan?! 😂

Kita terlahir ke dunia sudah menjadi istimewa. Allah sudah menganugerahkan segala keistimewaan dalam diri kita, Allah anugerahkan akal dan fikiran yang sempurna dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Tinggal bagaimana kita mensyukuri segala anugerah dan titipan yang Allah berikan pada kita?!. Salah satunya dengan menggali dan percaya diri, bahwa aku bisa !!! Dan aku mampu !!!

Mahasiswa adalah agen of change (agen perubahan). Masyarakat menganggap bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual. Maka dari itu yuk, kita budayakan literasi, cintai literasi, dengan membaca dan menulis.

Selain itu, SLI tahun ini juga punya agenda OYOB. Apaan tuh? OYOB itu kepanjangannya One Year One Book. Jadi, target tahun ini, para anggota SLI bisa menulis dan menerbitkan buku rame-rame, boleh individual, satu orang satu buku dalam setahun, boleh juga dengan tim. Maksudnya, satu buku ditulis oleh 2-5 orang.

Oh ya, kamu tahu gak sih? Selain diskusi online lewat WAG dan juga penerbitan buku, ternyata baru-baru ini ada program yang bikin aku makin betah di SLI. Apa itu? Kasih tahu gak ya? Yap, SLI punya program PODCAST LITERASI. Setiap pekan sekali SLI menjadwalkan shooting sebuah talkshow atau bincang-bincang tentang literasi di studio mini di pojok kampus. Video hasil shooting diunggah di Youtube milik Sahabat Literasi IAI Cirebon.

Dan, yang buat aku takjub dan exited, meskipun aku terbilang anggota baru dan juga bukan pengurus, ternyata aku dilibatkan dalam tim penerbitan buku dan juga tim podcast bersama pengurus SLI. Wow.

So, kamu kapan gabung di UKM SLI??
Let’s join us guys!!

Salam Literasi 👆
Salam HIMA HKI
Salam Solid ✊

Talun, 24 Maret 2021

*) Ati Latifah, mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam dan pegiat literasi di UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *