Oleh Setioningsih, M.Sc., Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Pesawaran Lampung

Rumah BacaJUJUR, 20 tahun lalu saya gak pernah membayangkan proses pembelajaran kita akan menggunakan sistem blended learning, pembelajaran tatap muka dicampur dengan tatap maya, proses pembelajaran yang menuntut guru untuk kreatif dalam menerima dan menyikapi kondisi. Sampai akhirnya, proses pembelajaran yang membuat pertemuan dengan guru dan siswa menjadi momen yang paling ditunggu. Sanggupkah?

Belajar adalah proses pendidikan sepanjang hayat. Maka tepat sekali pitutur ulama mengenai rutinitas belajar ini.

“Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.”

– Imam Syafi’i

Dalam dunia pendidikan, rutinitas belajar dapat menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, bisa juga sebaliknya. Seorang guru memegang peran utama proses pembelajaran. Guru dapat menjadi pribadi yang sangat berpengaruh bagi siswa jika ia dapat membuka pikiran bawah sadar siswa. Hal ini karena jika pikiran bawah sadar siswa sudah terbuka, materi apa pun yang disampaikan oleh guru akan mudah diterima. Sebaliknya, jika pikiran bawah sadar masih tertutup, siswa akan cepat jenuh dan pembelajaran terkesan monoton.

Untuk menjadi guru yang memiliki pengaruh sangatlah sederhana yaitu dengan cara menganggap siswa itu manusia. Manusia itu sangat senang jika dihargai, diapresiasi dan merasa bermakna dalam hidupnya. Pribadi yang berpengaruh adalah pribadi yang berwibawa, memiliki komitmen, layak dicontoh, dan disiplin. Pribadi yang berpengaruh adalah pribadi yang lebih banyak berkontribusi daripada mengambil, lebih banyak mengapresiasi dari pada diapresiasi.

Sehebat apa pun seorang guru dalam mengajar, perlu mempunyai trik jitu dalam menyampaikan pembelajaran. Trik jitu tersebuat adalah guru harus membuka pikiran bawah sadar siswa, karena jika pikiran bawah sadar siswa sudah terbuka, maka siswa akan mudah memahami materi yang disampaikan guru. Bagaimana caranya?

Menurut motivator ABCo, Aris Ahmad Jaya, ada beberapa cara dalam membuka pikiran bawah sadar siswa, yaitu:

1. Melakukan repetisi atau pengulangan

Repetisi positif akan menghasilkan yang positif, begitupun sebaiknya. Pengulangan yang baik akan terekam di alam bawah sadar siswa, yang dapat berdampak positif untuk siswa. Contoh, ketika guru sering mengatakan, “Wah kelas ini sangat kompak.” Secara otomatis kalimat positif tersebut jika dilakukan secara berulang akan menimbulkan kepercayaan diri siswa dalam kelas.

2. Memberi masukan saat mereka dalam keadaan bahagia

Itulah perlunya seorang guru melakukan ice breaking sebelum belajar. Ketika seorang guru menjadikan kelas menyenangkan, pembelajaran akan mudah diterima oleh siswa.

3. Hipnosis akan masuk ke alam pikiran bawah sadar jika sesekali waktu seorang guru menekan dengan marah yang positif. Contohnya, seorang guru mengatakan, “Yang saya tahu, kelas ini adalah kelas yang kompak, pinter, selalu juara. Ingat itu! Wasalam.” Artinya jika guru marah, marahlah yang positif. Jika menekan siswa, tekanlah dengan komunikasi yang positif. Adakah marah yang negatif? Tentu ada, dan ini harus dihindari. Contohnya, “Saya gak nyangka ternyata di kelas ini ada siswa yang bandel dan sering bolos. Saya kecewa, ngajar di kelas ini!”

4. Hipnosis, Rileks
Seseorang jika dalam kondisi santai dan rileks berarti dalam kondisi gelombang alfa. Pada saat siswa dalam kondisi rileks, maka seorang guru dapat memberikan nasehat-nasehat yang bisa diterima siswa. Contoh cara membuat kondisi siswa rileks bisa dengan memejamkan mata sambil memutar instrumen musik klasik. Buatlah sampai benar-benar rileks. Setelah itu, barulah seorang guru memberikan nasehat-nasehatnya.

Jika kita bisa membuka pikiran bawah sadar siswa, sebagai guru kita juga harus sadar saat mengajar. Allah mencipatakan manusia dengan keunikan masing-masing. Jika kita bisa menjadi guru dengan kepribadian unik, mengapa harus panik? Kini saatnya kreatifitas kita beraksi. Jadilah guru yang hadirnya dirindui dan perginya dinanti. Are you ready?!

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *