Mungkin gambar 1 orang
Oleh Mun’im Sirry, Asisten Profesor di Universitas Notre Dame Indiana

RumahBaca.id – Saya menghadiri banyak diskusi dan seminar di kampus di Amerika dan Eropa, tapi sedikit di Indonesia. Dari pengalaman yang sedikit itu saya melihat, biasanya, moderator di Indonesia banyak bicara. Memberi kata pengantar panjang; setelah pembicara selesai bicara, dia merangkum pembicaraan, dan di akhir diskusi membuat kesimpulan.

Jika dihitung, waktu yang digunakan moderator tidak lebih sedikit dari pembicara. Artinya, dia menjadi pembicara tambahan. Dulu, saya mengira apa yang saya lihat itu hanya kebetulan saja. Ternyata, hal yang sama terjadi ketika saya sendiri jadi pembicara juga. Dari dulu hingga sekarang ya itu yang terjadi.

Beberapa kali saya lihat rekaman diskusi di YouTube, rupanya fungsi moderator dalam diskusi dan seminar di Indonesia ya memang begitu. Apakah ini juga anda alami sebagai pembicara atau sebagai moderator? Kenapa moderator bicara banyak? Bukankah para audiens ingin mendengar pikiran/ceramah pembicara, bukan moderator?

Saya kira tugas moderator itu mengatur jalannya diskusi saja. Membuka acara dengan singkat. Misalnya, ucapkan salam dan terima kasih kepada saja yang perlu disampaikan. Sebutkan tema diskusi, perkenalkan siapa nama pembicara, dari kampus mana. Misalnya, “Kita senang sekali dengan kehadiran Prof. xx, dari Universitas yy di tengah kita. Beliau akan berbicara selama 30 menit, dan kemudian dilanjutkan diskusi. Silakan, Prof.” Jika pembicara tunggal, boleh memperkenalkan pembicara lebih detail dengan membacakan bionya.

Setelah itu, tidak perlu meringkas pembicaraan si Prof. Cukup ucapkan terima kasih, dan langsung buka diskusi, siapa yang mau bertanya atau berkomentar. Kalau penanya terlalu berkepanjangan, ya tegur supaya langsung ajukan pertanyaan. Penanya memang perlu memberi komentar sebelum bertanya. Tidak masalah. Tapi, jika ia memposisikan sebagai pembicara tambahan, perlu diingatkan dengan baik-baik supaya lebih singkat sehingga ada waktu untuk diskusi lebih leluasa.

Di akhir acara, jika waktu sudah habis, ajak hadirin untuk berterima kasih kepada pembicara. Tidak perlu membuat kesimpulan. Kesimpulan untuk apa dan siapa? Jangan membebani diri dengan tugas yang bukan tugasnya.

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *