RumahBaca.id – Jumat, 10 Desember 2021 Jaringan Alumni Belanda Indonesia (NL Alumni Network) menggelar Orange Talk Series #7 dengan tema ‘Indonesia Now and Then: Between Health Security and Vaccine Diplomacy’. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting ini dihadiri oleh beragam kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi dan praktisi di bidang Kesehatan masyarakat dan hubungan internasional, dan lain sebagainya.

Diskusi ini secara eksklusif bertujuan untuk mendiskusikan isu terkini tentang sejauh mana kondisi pandemi yang meniscayakan penggunaan vaksin ini berdampak pada penguatan diplomasi dan kesehatan bersama bagi masyarakat nasional dan global, serta membahas beberapa agenda strategis seperti: Kesehatan masyarakat dan diplomasi luar negeri melalui vaksin, bioteknologi, juga membahasa sejumlah catatan keberhasilan dan tantangan program vaksinasi Covid19 di tanah air.

Program yang dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam ini mengundang sejumlah akademisi, ilmuan dan praktisi dari lintas disiplin ilmu, diantaranya: Ibu Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri Indonesia) sebagai pembicara utama, kemudian pembicara lainnya adalah Prof. David Henley (Profesor di bidang Studi Kontemporer Indonesia, Universitas Leiden), Prof drh. Wiku Adisasmito (Ketua Tim Ahli Covid19 Indonesia Satgas Nasional), Dr. Ibnu Fikri (Alumnus Vrije Universiteit Amsterdam, Dosen di UIN Walisongo Semarang) dan Retna Hanani (kandidat PhD, Universiteit van Amsterdam).

Dimoderatori oleh Meta Zahro Aurelia (Alumni NL dan kandidat PhD dalam Psikologi Sosial di Vrije Universiteit Amsterdam), acara ini dimulai dengan sambutan singkat dari Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Dr. Sudirman, Dekan Fak. Hukum Islam, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Keduanya menyambut dan mengapresiasi program ini, karena digelar pada waktu yang tepat dan ‘relate’ dengan kondisi Indonesia saat ini. Peter van Tuijl mengapresiasi acara ini dan sangat menunggu ide-ide bagus yang dihasilkan dari seminar ini agar dapat menjadi gagasan program dan tujuan penting pada tahun depan.

Sebelum diskusi panel dimulai, Bapak Febrian Alphyanto Ruddyard mewakili Ibu Retno Marsudi menyampaikan gol yang harus dicapai saat ini, salah satunya adalah memperkuat bidang kesehatan, dengan meningkatkan respon terhadap pandemi dan pelaksaan vaksinasi di Indonesia.

Saat ini Indonesia ditetapkan sebagai negara dengan tingkat penularan COVID-19 rendah atau level 1, sebagaimana yang disebutkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Hal ini disampaikan Prof drh. Wiku Adisasmito pada sesi ketiga.

Di antara faktor menurunnya penularan adalah peningkatan kekebalan alami di kalangan penduduk karena covid-19 meluas pada gelombang kedua dan cakupan vaksinasi yang terus meningkat.

Adapun terkait pandemi Covid19 dan diplomasi kesehatan dalam hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek serta kepentingan jangka panjang yang lebih strategis, termasuk memperkuat ketahanan kesehatan dan kemandirian kesehatan nasional. Lebih penting lagi, diplomasi vaksin sangat urgen untuk mengamankan akses ke vaksin dan memperkuat kolaborasi teknologi pengembangan dan produksi vaksin, sebagaimana yang disampaikan Retna Hanani di akhir sesi.[]

Bagikan tulisan ke:
3 thoughts on “Nuffic Neso Indonesia Gelar Orange Talk #7 Membahas Tantangan Program Vaksinasi Nasional dan Diplomasi Global Melalui Bidang Kesehatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id