Oleh Yayuk Kurniawati, S.Pd., M.Pd., Guru Madrasah Aliyah Negeri Kota Batu

Rumah BacaIstilah cooperative learning dalam dunia pendidikan sudah tidak asing lagi. Hampir semua kegiatan pembelajaran pada saat ini menggunakan metode tersebut, karena peserta didik bisa saling berinteraksi dan terlibat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berbagai macam metode cooperative learning seperti strategi jigsaw, think-pair-share, decision making, group investigation, debate dan mind mapping telah dilakukan oleh beberapa guru di dalam kelas. Tapi itu dulu, pada saat sebelum pandemi. Nah, kalau sekarang pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisakah cooperative learning kita terapkan dalam pembelajaran? Jawabannya, bisa. Kita bisa membangun interaksi antar peserta didik dengan menggunakan strategi pair work dan group investigation.

Pair Work

Pair Work adalah bentuk penugasan kerja berpasangan. Bagaimana menerapkannya? Yang pertama, menentukan pasangan kerja. Penentuan pasangan kerja ini bisa diserahkan kepada peserta didik atau guru yang menentukan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Setelah itu, setiap pasang peserta didik memahami Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD ) yang telah diberikan melalui WhatsApp group atau platform yang lain, dengan bimbingan guru mereka menyelesaikan penugasan yang telah diberikan. Komunikasi pembimbingan dan kegiatan diskusi antar peserta didik yang berkaitan dengan penugasan bisa dilakukan melalui google meet, zoom meeting, grup WhatsApp ataupun e-learning bagi beberapa sekolah yang menggunakannya.

Group Investigation

Selanjutnya bisa menerapakan group investigation atau penugasan kerja kelompok, seperti yang dinyatakan oleh Slavin, ada sejumlah tahap pada strategi ini.

Pertama, identifying the topic and organizing pupils into groups. Pada tahap ini guru menentukan topik materi yang akan diinvestigasi dan dilanjutkan dengan membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Untuk pembagian kelompok ini maksimal beranggotakan 4 peserta didik agar koordinasi dan pembimbingannya lebih fokus dan terarah. Berikan kemandirian kepada peserta didik untuk menentukan pembagian kerja masing-masing anggota.

Kedua, carrying out the investigation. Pada tahap ini peserta didik mulai melakukan penyelidikan berdasarkan petunjuk yang telah disiapkan pada LKPD. Pada tahap ini peran guru sebagai pembimbing dan memastikan tiap kelompok memahami instruksi yang diberikan.

Selanjutnya, tahap preparing a final report yaitu mempersiapkan laporan hasil investigasi. Pada tahap ini guru selalu memantau kegiatan peserta didik melalui grup WhatsApp atau aplikasi chat yang lain.

Tahap terakhir adalah evaluation. Evaluasi yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah diinvestigasi. Pada tahap ini dilakukan penilaian individu atas penguasaan materi dari hasil group investigation. Evaluasi bisa dilakukan melalui google form atau platform yang lainnya.

Sering Terlupakan

Dua strategi di atas sering terlupakan oleh kita para guru pada saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bahkan, strategi ini seringkali tidak terpikirkan, karena guru terlalu fokus mempersiapkan materi dan media penyampainnya, serta target menuntaskan KD (Kompetensi Dasar), sehingga kita sering melupakan pentingnya interaksi antar peserta didik dalam belajar. Inilah fakta yang terjadi pada praktik Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada saat ini.

Hal ini senada dengan yang dinyatakan oleh Yuangga dan Sunarsi dalam sebuah artikel yang berjudul Pengembangan Media dan Strategi Pembelajaran untuk Mengatasi Permasalahan Pembelajaran Jarak Jauh di Pandemi Covid-19, dimana salah satu kelemahan PJJ adalah kurangya interaksi antar peserta didik. Padahal kita tahu bahwa interaksi antar peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran.

H. Douglas Brown dalam sebuah buku berjudul Teaching by Principles menyatakan bahwa interaksi adalah sebuah kolaborasi bertukar pikiran, perasaan, ide antara dua orang atau lebih. Melalui interaksi, peserta didik dapat menyerap materi yang telah mereka pelajari dengan lebih baik

Di samping itu, manfaat lain yang didapatkan dengan adanya interaksi antar peserta didik adalah memberikan pengalaman belajar, sebab dalam kehidupan nyata mereka memerlukan kerjasama, bertukar pikiran, ide atau gagasan dengan orang lain dalam menyelesaikan sebuah masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekitar mereka. Dengan menciptakan suasana belajar seperti ini motivasi peserta didik bisa meningkat, sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Keberhasilan pair work dan group investigation dalam membangun interaksi antar peserta didik terletak pada beberapa hal yaitu instruksi yang diberikan jelas, pembagian tugas yang jelas, dan peran guru sebagai pembimbing yang selalu siap untuk memberikan arahan serta penjelasan. Yang perlu kita hindari adalah dua kata mematikan “kerjakan dan kumpulkan tepat waktu!”, tanpa mempertimbangkan kesulitan dan kebutuhan peserta didik. Selamat mencoba.

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *