03/07/2022

RumahBaca.id

Kreatif, Inovatif & Inspiratif

Peran Perpustakaan dalam Mengembangkan Literasi Informasi

0 0
Read Time:3 Minute, 55 Second

Oleh Ahmad Rusdiana*)

RUMAHBACA.ID – Para ahli di bidang literasi informasi telah sepakat bahwa perpustakaan memiliki peran sangat penting dalam menciptakan masyarakat literat.

Perpustakaan memiliki kontribusi besar dalam membentuk masyarakat informasi berstatus biasa menjadi masyarakat yang berpikir kritis dan menjadi pembelajar seumur hidup.

Akan tetapi, secara kasat mata dapat dikatakan literasi informasi tampaknya belum menjadi fokus perhatian, baik pihak pemerintah maupun masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kalarensi Naibaho yang menyatakan bahwa pola pembelajaran di lembaga pendidikan pun sebagian besar masih berpola teacher centered, di mana yang aktif justru pendidik, bukan peserta didik.

Padahal, aspek paling penting dari literasi informasi adalah aspek non akademis, seperti kepekaan terhadap lingkungan, pemahaman dan empati terhadap sesuatu, serta kemauan untuk terus belajar dan menerima hal-hal baru dalam hidupnya.

Mencermati perihal di atas kini perpustakaan dituntut untuk lebih berani melakukan terobosan baru untuk melakukan program literasi informasi. Perpustakaan sebagai pusat informasi tentunya perlu mengkaji dan menyusun program kegiatan literasi informasi sebagai sebuah terobosan yang bertujuan meningkatkan literasi informasi.

Terkait dengan itu Aziz, (2014), menyatakan bahwa ada beberapa langkah yang perlu dilakukan terkait dengan program meningkatkan literasi informasi, antara lain sebagai berikut:

Pertama: Perpustakaan harus meningkatkan kinerja setiap pustakwan atau pengelolah perpustakaan dengan memberikan pelatihan yang relevan tentang literasi informasi.

Kedua: Perpustakaan mengadakan program bedah buku rutin dengan mengundang pakar dan seluruh pemustaka untuk ikut membahasnya dihari-hari tertentu.

Ketiga: Perpustakaan perguruan tinggi dapat bekerjasama dengan lembaga induk, yakni dengan pihak universitas untuk ikut berpartisipasi serta memberikan masukan terkait dengan kegiatan pengembangan kurikulum berbasis active learning inquiri.

Lantas pertanyaan kemudian bagaimana kegiatan literasi informasi di perpustakaan?

Hardiyanti (2015), dalam penelitiannya merekomendasikan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya:

Pertama: Perpustakaan harus mampu berperan dalam membantu pemustaka untuk menjadi pembelajar seumur hidup. Pemustaka seharusnya menjadi pengguna informasi secara efektif dan mampu mendapatkan informasi secara tepat dalam kebutuhan pribadi maupun profesi mereka, untuk itu mereka dituntut untuk menjadi melek informasi.

Dalam lingkungan perguruan tinggi misalnya, kualitas lulusan yang dihasilkan dalam sebuah masyarakat informasi dapat diukur dengan melihat apakah mahasiswa mampu mengarahkan diri menjadi pembelajar seumur hidup.

Kedua: Perpustakaan merupakan tempat pengetahuan di mana disiplin ilmu berhubungan, lingkungan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan merupakan lingkungan alami untuk pemecahan masalah dalam dunia informasi yang tidak terbatas.

Ketiga: Perpustakaan dan pustakawan dapat membantu mahasiswa dalam mengajarkan kemampuan untuk berpikir kritis dan menjadi manusia yang literat.

Keempat: Rekonstruksi perpustakaan pembelajaran tidak hanya menambah kemampuan berpikir pemustaka, tetapi juga memberikan kekuatan pada mereka untuk pembelajaran seumur hidup dan kemampuan kerja yang efektif.

Pada era digital saat ini pengguna menghadapi perubahan dalam belajar, teknologi informasi memungkinkan mahasiswa untuk distance learning dan pembelajaran berbasis web. Pada era ini, lulusan yang terpelajar bukanlah orang yang mempunyai banyak informasi, melainkan orang yang memahami bagaimana knowledge management yang dibutuhkan.

Kelima: Perpustakaan sebagai salah satu komponen perguruan tinggi, perlu terlibat dalam proses pembelajaran, diantaranya membuat program peningkatan information skills atau information literacy skills bagi pemustaka yang lebih mengarah pada pembentukan mereka untuk melek informasi.

Selanjutnya Husaebah, dalam penelitiannya (tahun 2014), merekomendasikan pula bahwa strategi yang dapat dilakukan perpustakaan dalam mengajarkan pada pemustaka bagaimana orang yang memeiliki information literacy skills dalam penelusuruan informasi di antaranya:

Pertama: Merumuskan sebuah penelusuran tentang sebuah topik dengan menggunakan kata kunci, kata benda dan informasi signifikan lain tentang topik tersebut;

Kedua: Melakukan penelusuran dan menilai hasil yang diperoleh. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan kata kunci atau kata benda yang telah dirumuskan berkaitan dengan topik yang dibutuhkan;

Ketiga: Memodifikasi penelusuran dengan menggunakan istilah-istilah yang lebih luas, sempit atau istilah yang berkaitan;

Keempat: Membatasi hasil penelusuran berdasarkan tanggal, bahasa, format, dan parameter lainnya untuk memperoleh hasil penelusuran yang benar-benar relevan;

Kelima: Mengevaluasi modifikasi penelusuran yang telah dilakukan strategi pembatasan hasil penelusuran;

Keenam: Mengirim hasil penelusuran;

Ketujuh: Menentukan keluasan sumber-sumber pada sebuah topik dan mengidentifikasi sumber-sumber lain untuk dicari. Wallahu A’lam bishowab.

*) Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peneliti PerguruanTinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) sejak tahun 2010 sampai sekarang. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Misbah Cipadung-Bandung yang mengem-bangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri/Ketua Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 50 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK-TPA-Paket A-B-C. Rumah Baca Masyarakat Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/search?q=buku+ a.rusdiana+ shopee& source (3) https://play.google.com/ store/books/author?id.

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:
RumahBaca.id