Rumah Baca – Cirebon Minggu (28/02/2021), Program Studi Ekonomi Syariah mengadakan Bazar Praktikum Kewirausahaan bagi mahasiswa. Berdasarkan pantauan kontributor Rumah Baca, bazar dilaksanakan di depan gedung rektorat Institut Agama Islam Cirebon.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah (Ekos) dan Laboratorium Praktikum IAI Cirebon. Bazar wirausaha ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester 6 Prodi Ekos. Menurut informasi dari Husnul Khotimah M.Pd, kepala laboratorium praktikum sekaligus panitia, peserta bazar kali ini dua kelompok usaha, masing-masing kelompok terdiri dari sembilan peserta.

Lebih lanjut, Husnul Khotimah mengatakan bahwa program ini merupakan program praktikum (PPL I) wajib bagi semua mahasiswa Ekos di semester enam. Bila mahasiswa keguruan melakukan praktik microteaching, mahasiswa prodi Ekos praktikum kewirausahaan.

“Praktikum ini memang dilaksanakan di lingkungan kampus, sebelum nanti mereka diterjunkan di dunia usaha dalam PPL II,” terangnya.

Ada yang menjajakan makanan atau kuliner khas Cirebon, seperti tahu gejrot, kerupuk sambal, salad buah, aneka macam gorengan, bahkan aksesoris seperti jilbab, konektor masker, dan lain sebagainya.

Memang, menurut pengakuan Farhan, peserta bazar, masing-masing kelompok dibebaskan berkreasi dalam mendesain stand dan menggunakan media untuk menjajakan barang dagangannya.

Banyak mahasiswa dan dosen yang ikut serta memeriahkan kegitan ini. Mereka membeli jajanan yang dijajakan oleh masing-masing kelompok. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Rektor dan Warek II Institut Agama Islam Cirebon.

“Alhamdulillah, Pak Rektor dan Bu Warek II tadi ikut belanja di stand kami,” jelas mahasiswa peserta bazar kepada Rumah Baca.

Meskipun persiapannya sangat singkat, menurut Masyhari, Kaprodi Ekos IAI Cirebon, bazar kali ini terbilang sukses. Hal itu dibuktikan, hampir semua dagangan yang mereka jajakan habis terjual.

Terkait dengan tujuan bazar praktikum ini, Masyhari mengatakan bahwa dengan praktikum ini mahasiswa dilatih untuk berwirausaha, menjadi seorang entepreneur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para mahasiswa dalam berwirausaha. Karena wirausaha merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi syari’ah,” lanjutnya.

Hal itu senada dengan yang dikatakan Rektor IAI Cirebon bahwa tujuan diadakan praktikum wirausaha ini adalah melatih mental untuk berani memulai berwirausaha. “Karena tidak sedikit orang yang bingung masalah modal. Padahal besar kecilnya modal untuk berwirausaha tidak menjadi masalah untuk memulai berwirausaha,” terangnya.

Terkait dengan kriteria dan penilaian bazar pratikum wirausaha, Rektor mengatakan bahwa hal itu terdiri dari beberapa aspek. “Aspek pertama yaitu terkait rancangan desain dan profil usaha. Sedangkan aspek yang kedua terkait dengan kesesuaian dengan prinsip ekonomi syariah, mulai dari produksi hingga distribusi (marketing),” jelasnya.

“Dan, yang tidak kalah pentingnya yaitu aspek pencatatan atau pembukuan keuangan usaha, khususnya terkait aset, rugi dan labanya,” lanjutnya.

Sementara itu, ditemui di lokasi bazar, Dr Ijah Bahijah, Warek II, mengatakan bahwa kebanyakan orang takut memulai dan malu untuk berwirausaha. Padahal, menurutnya, modal bukanlah hal yang paling utama dalam memulai usaha, tapi keberanian dalam memulai.

“Agar setelah lulus kuliah nanti kita tidak hanya mengandalkan penghasilan tetap. Kita harus mengubah mindset kita untuk tetap berpenghasilan dan menghasilkan, yakni dari berwirausaha,” imbuhnya.

“Selain menjajakan dagangan secara offline atau konvensional, diharapkan pula nantinya para mahasiswa akan memanfaatkan media online sebagai media pemasaran produknya,” tutupnya.

Ditulis oleh kontributor Rumah Baca: Sanudi, Ati Latifah & Wadi’ah Fitri (Pegiat literasi di Sahabat Literasi IAI Cirebon)

Editor: Admin Rumah Baca.

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *