0 0
Read Time:3 Minute, 2 Second

Oleh Eni Ratnawati, Mahasiswi Prodi Ekonomi Syariah & Anggota Sahabat Literasi IAI Cirebon

Ingin sekali sebenarnya ikut meramaikan harlah perdana Sahabat Literasi Institut Agama Islam Cirebon (SLI), Juli lalu. Namun, sayang sekali pada saat yang sama saya harus fokus dan segera menyelesaikan proposal skripsi yang sudah lama terplanning namun tak juga tereksekusi. Menginjak semester 8 tiba-tiba semua terasa cepat. Cepat sidang, cepat skripsi, cepat wisuda, dan beberapa kawan bahkan cepat-cepat sebar undangan nikah.

Selain proyek proposal dan aktivitas rumah yang kelewat padat, saya juga mulai belajar tentang peronlenan berikut digitalisasi. Dua hal terakhir; onlen dan digital, menurut saya adalah winning solution. Semua urusan bisa terselesaikan tanpa ribet, tanpa drama, cukup hanya di ujung jari.

Onlen dan digital adalah bagian penting dalam skripsi yang akan saya garap. Tentunya ini berkaitan dengan ekonomi dan syariah, sesuai Prodi saya. Dan benefitnya lagi, materi skripsi ini memberi banyak informasi yang saya dan mungkin kamu butuhkan dalam memulai suatu usaha.

Dan stop! Kita tinggalkan onlen dan skripsi, mari bicara tentang SLI.

SLI adalah wadah bagi mahasiswa IAI Cirebon yang berminat dan berniat serius dalam hal literasi. Setidaknya, itu lah SLI yang saya pahami. Mengenang SLI dalam rentang satu tahun berselang, saya menemukan bahwa forum ini digawangi oleh mahasiswa-mahasiswi pilihan, berwawasan terbuka, siap bekerja dengan tim, dan tentunya memiliki gairah yang luar biasa di bidang penulisan. Formasi mereka mengingatkan saya pada merek salah satu obat sakit kepala; Bintang Toejoe. Dan solidaritas mereka, cukup mengharukan meski tanpa tambahan irisan bawang.

Materi diskusi yang disajikan sesuai jadwal, menurut saya sangat baik jika bisa dimanfaatkan oleh anggota sebagai media belajar untuk tampil dengan orisinalitas. Bagaimanapun, menulis adalah kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari ekspresi diri. Ini seperti yang dinyatakan oleh Burhan Nurgiyantoro (2001) bahwa menulis adalah kegiatan produktif dan ekspresif. Karenanya, penulis dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur kalimat.

Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda terkait suatu permasalahan. Ekspresi ini lah yang akan mengantarkan seorang penulis pada orisinalitas. Karena itu, jangan heran jika plagiasi cepat terdeteksi, bahkan sebelum mencolek detektor plagiarisme. Kenapa? Karena gejala plagiasi itu mudah terbaca. Salah satu indikasinya dari ekspresi tulisan.

Selain orisinalitas, jadwal diskusi juga cukup keren jika bisa digunakan untuk mendongkrak kepercayaan diri. Tidak peduli seburuk apa pun tulisan, jika hasil karya sendiri seharusnya itu cukup membanggakan bukan? Adapun kekurangan dan kelebihannya bisa dipermak sambil terus giat menulis, menulis dan menulis.

Jika kepercayaan diri ini telah tumbuh dalam diri anggota, tidak mustahil ia akan berani tampil apa adanya dengan orisinalitas tanpa merasa terganggu dengan kritik ataupun masukan. Apa kamu termasuk yang tidak siap dengan kritikan? Jika iya, bisa jadi kamu belum merasakan manfaat menulis sebagaimana disebutkan oleh Mohamad Yunus dan Suparno (2009) bahwa menulis setidaknya memberi manfaat, di antaranya dapat 1) meningkatkan kecerdasan; 2) mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas; 3) menumbuhkan keberanian, dan 4) mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.

Dan yaaah, salah satu kebolehan SLI adalah forum diskusinya yang ramai gila. Puluhan bahkan ratusan chat melenggang sebagai bentuk apresiasi terhadap materi dan pemateri. Hal ini tentunya tidak berjalan begitu saja, ada campur tangan pengurus yang mengupayakan diskusi tetap berjalan mulus.

Bisa menggiring SLI sampai pada detik ini dengan jadwal rutinan yang ajek dan karya-karya original baik yang sudah diterbitkan ataupun yamg masih dalam proses adalah suatu capaian yang luar biasa. Satu kata untuk pengurus SLI: ISTIMEWA.

Sebagai anggota SLI, harapan saya wadah ini bisa semakin berkembang dan sukses merealisasikan visi-misinya, memberikan sumbangsih ide serta support kepada kawan-kawan mahasiswa dalam menumbuhkan minat serta bakat, melejitkan potensi dan kreativitas, serta membumikan budaya baca-tulis-karya.

Terakhir, saya ucapkan selamat hari jadi SLI. Berkibarlah selalu di darat, laut dan udara.

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.

RumahBaca.id