Oleh Setioningsih, M.Sc., Guru MAN 1 Pesawaran Lampung

Lebah adalah mahluk yang unik dan sangat istimewa. Saking istimewanya ada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Dia memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.”

Mengapa guru diibaratkan seperti lebah? Apa kira-kira persamaannya? Oma Siti Nurhayati mengatakan bahwa, ada 9 hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan lebah. Dan, kehidupan lebah ternyata sangat paralel dengan kehidupan seorang guru.

Lantas, apa saja yang perlu kita pelajari dari kehidupan lebah? Mari kita lanjutkan.

Memelihara, bukan merusak
Lebah adalah mahluk yang sangat suka memelihara lingkungannya. Dia hinggap di bunga-bunga itu bukan sekedar menghisap madu, kemudian bunga itu layu dan mati, namun justru memberi kehidupan yang baru. Dengan kibasan sayap, ia membantu proses penyerbukan, sehingga serbuk bunga itu jatuh ke putik bunga yang nantinya akan menghasilkan buah-buahan. Sama halnya dengan seorang guru, di mana pun ia berada, harus selalu menebar ilmu yang memberikan manfaat, baik berupa akhlak yang layak ditiru ataupun ilmu yang senantiasa diburu.

Lebah madu (sumber: pixabay.com)

Pekerja Keras dan Cerdas
Lebah adalah makhluk yang sangat suka bekerja keras lagi cerdas. Lebah dapat mengepakkan sayapnya sebanyak 230 kali perdetik yang berguna untuk terbang dan mengipasi madu. Lebah memiliki kecepatan terbang 24 km perjamnya. Jadi, dalam dunia pendidikan, seorang guru tidak boleh bermalas-malasan dan cepat putus asa dalam berladang ilmu. Sebaliknya, guru harus bekerja keras dan ulet, tanpa mengenal lelah apalagi berkeluh kesah.

Suka Kebersihan
Lebah itu makhluk yang hanya hinggap di tempat yang bersih lagi wangi, yaitu di bunga-bunga yang sedang bermekaran. Lebah tidak pernah mencari makan di tempat-tempat yang kotor, apalagi dengan cara yang kotor. Demikian pula seorang guru, dengan profesi yang sangat mulia ini, maka harus diusahakan agar selalu berada dalam kondisi bersih saat berbagi ilmu. Bersih niatnya, pikirannya, hatinya dan bersih tujuannya.

Berkoloni atau berkelompok
Lebah hidup secara berkoloni atau berkelompok. Mereka memiliki tatanan kehidupan yang sangat rapi. Demikian pula dengan guru, hendaknya suka berada dalam komunitas positif, bekerjasama untuk menghasilkan karya positif. Berada dalam komunitas berbagi ilmu, akan saling menyemangati untuk terus berkarya.

Kepemimpinan
Lebah yang hidupnya berkoloni, tentu saja mereka memiliki pimpinan. Pimpinan mereka adalah sang ratu. Syarat ratu lebah yang bagus adalah yang sudah bertelur. Demikian pula dalam komunitas guru, harus ada pemimpin yang mengarahkan, supaya aktivitasnya terarah. Syarat ‘ratu’ yang memimpin komunitas guru adalah minimal yang sudah pernah berpengalaman memimpin, baik skala kecil ataupun besar.

Disiplin
Dalam koloni lebah sudah ada pembagian tugas, job deskripsinya juga jelas. Mereka bekerja berdasarkan apa yang menjadi tugasnya dengan penuh kedisiplinan, sehingga kehidupan sosialnya sangat bagus, harmonis dan damai. Demikian pula seorang guru. Harus bisa disiplin terhadap tugas pokok. Fokus menuangkan ide ke dalam praktik pembelajaran.

Solidaritas
Lebah memiliki solidaritas yang bagus. Sesama koloni tidak pelit informasi. Lebah akan memberikan informasi kepada lebah lain dalam koloninya. Jika ia menemukan sumber makanan, bukan malah dimakan sendiri lalu dieksploitasi. Demikian pula dengan guru. Hendaknya memiliki solidaritas untuk saling berbagi ilmu, berbagi tips, dan inspirasi untuk memajukan dirinya serta teman-temannya.

Unik
Lebah itu unik. Keunikannya yang membuat ia istimewa. Lebih memiliki spesifikasi yang berbeda dengan yang lain. Keunikannya terletak pada fisik dan juga karakternya. Jadi, seorang guru bisa istimewa jika memiliki keunikan. Bukan ikut-ikutan, atau menjadi orang lain dalam berkarya. Mendidik dan mengajarlah dengan gaya masing-masing yang unik. Berkreatifitaslah dalam meramu metode dalam pembelajaran. Karena di situlah letak keistimewaan guru.

Memiliki harga diri
Lebah memiliki harga diri. Dia tidak akan pernah menyerang pihak lain, tetapi jika ada pihak lain yang mengganggu koloninya, lebah akan menyerang siapa pun untuk mempertahankan harga dirinya. Demikian pula seorang guru, hendaknya mempunyai sifat bisa digugu dan ditiru. Ia tidak mudah tersinggung terhadap perlakuan anak didiknya, apalagi sampai balas dendam. Guru dalam menjalankan profesinya, bertujuan untuk memberikan kemanfaatan positif dalam kehidupan.

Selalu kreatif

Lebih senantiasa kreatif dalam membuat sarang demi kenyaman koloninya. Bagaimana dengan guru? Menjadi guru dituntut untuk selalu berinovasi dalam proses pembelajaran. Dalam berinovasi, seorang guru harus kreatif. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan secara optimal segala kemampuan yang dimilikinya dalam rangka membina dan mendidik siswa dengan baik. Karena guru yang kreatif akan melahirkan output siswa yang cerdas dan kreatif juga.

Lantas, apa saja ciri-ciri guru kreatif? Ada sejumlah kriteria seorang guru bisa disebut kreatif, yaitu:

Berfikir inovatif
Jiwa yang kreatif lahir dari pemikiran guru yang selalu berinovasi, sehingga selalu berusaha memberikan variasi metode pembelajaran di kelas yang dimasukinya.

Percaya diri dan selalu ingin berkembang
Sikap pantang menyerah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada siswa. Karena itu, apa pun yang dibuat guru untuk siswanya yaitu keinginan untuk berkembang.

Tidak gagap teknologi
Teknologi selalu berkembang. Oleh karena itu, guru yang kreatif senantiasa update informasi dan teknologi. Ia selalu bersemangat untuk mengembangkan diri dan siswanya. Sehingga, ia akan terus belajar tanpa kenal lelah.

Tidak gengsi
Hendaknya dalam belajar, seoarang guru harus mencoba berbagai cara agar materi yang disajikan mudah dipahami. Karenanya guru tidak boleh gengsi belajar dengan siapa pun.

Peka terhadap talenta siswa
Guru yang unik akan selalu memantau perkembangan siswa yang punya talenta lebih.

Pandai memanfaatkan yang ada
Guru yang kreatif akan tahu dan peka memanfaatkan sarana yang kurang bermanfaat menjadi sarana belajar yang menarik.

Mengajar dengan cara yang menyenangkan
Guru kreatif selalu punya ide untuk membuat siswanya tidak bosan. Bahkan guru juga bisa menjadi inspirasi guru lain untuk berfikir kreatif juga.

Nah, tacher like a bee, are you ready?!

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

One thought on “Teacher Like a Bee”
  1. yes…. iam ready …
    mashaAllah… super sekali bu guru, salam kenal..dan saya ijin share njih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *