Oleh Marzuki Wahid, Rektor ISIF Cirebon

Tanggal 9 September 2021 kemarin, Farewell program PIES (Partnership in Islamic Education Scholarships), dan sekaligus peluncuran buku yang saya edit, yakni Terobosan Akademik Australia-Indonesia. Buku ini diterbitkan oleh LKiS dan ANU Canberra, atas dukungan DFAT Australia, tahun 2021.

PIES adalah program kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Pemerintah Australia diwakili oleh Australia-Indonesia Institute (AII) dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), sedangkan Pemerintah Indonesia diwakili oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Program PIES menawarkan beasiswa penuh selama dua semester di The Australian National University (ANU) Canberra Australia, khususnya di The Department of Political and Social Change (PSC), The Coral Bell School of Asia Pacific Affairs, untuk menyelesaikan disertasi bagi kandidat doktor yang kuliah di perguruan tinggi Indonesia. Beasiswa ini menyediakan perkuliahan di ANU, penguatan metodologi riset dan keterampilan menulis ilmiah, bimbingan disertasi oleh profesor ahli Indonesia yang relevan, serta pengembangan kemampuan presentasi gagasan di forum-forum ilmiah bertaraf internasional.

Program ini berlangsung sejak tahun 2008 hingga tahun 2020, dengan tujuh angkatan. Setiap angkatan diikuti oleh 5 orang pada angkatan pertama dan kedua, dan 6 orang pada angkatan ketiga hingga ketujuh. Sehingga dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berkesempatan mengikuti program PIES ini total berjumlah 40 orang. Mereka berasal dari UIN, IAIN, STAIN, dan perguruan tinggi agama Islam swasta di Indonesia.

Sungguh program ini sangat istimewa, berbeda dengan program beasiswa luar negeri yang lain. PIES adalah affirmative action policy dari Pemerintah Australia bagi dosen-dosen berkualitas yang tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris memadai.

Jika program lain mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris terstandar dengan TOEFL 550 atau IELTS 6,5, maka program ini tidak menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai kualifikasi. Asalkan calon peserta memiliki kemampuan komunikasi berbahasa Inggris minimal, yakni bisa berbicara dan paham mendengarkan bahasa Inggris, dipandang sudah memenuhi salah satu kualifikasi.

Kualifikasi penting yang ditekankan adalah kemampuan akademik sebagai peneliti. Program PIES menyeleksi dengan sangat ketat isi disertasi yang sedang ditulis oleh calon peserta. Tim panelis program PIES menggali kemampuan calon peserta dalam melakukan penelitian, menulis, dan mengungkapkan gagasan dan kerangka pemikiran dalam disertasi yang sedang ditulis.

Program PIES didedikasikan untuk membantu kandidat doktor dalam menulis disertasi yang bermutu. Selama satu tahun di ANU Canberra, fokus peserta PIES adalah menyelesaikan disertasi dengan segala keharusannya, seperti masalah yang jelas, kuatnya kerangka teori yang digunakan, metodologi yang tepat, temuan-temuan yang kaya, dan analisis yang tajam, serta rumusan kesimpulan yang logis dan bernas.

Adapun buku yang diluncurkan adalah kumpulan tulisan refleksi dari para alumni program PIES (Partnership in Islamic Education Scholarships) sejak tahun 2008 hingga 2019. Narasi dalam tulisan ini bersifat sosiologis dan antropologis terkait pengalaman mereka selama mengikuti program PIES di Australia.

Ada cerita yang sangat personal terkait pengalaman pertama mereka pergi ke luar negeri. Ada juga cerita kegirangan mereka karena pergi ke Australia tidak pernah muncul dalam peta ‘mimpi‘nya. Akan tetapi, kebanyakan adalah refleksi atas pergumulan mereka dengan masyarakat Australia, pandangan mereka terhadap kehidupan akademik di sana, dan perubahan yang mereka rasakan setelah mengikuti program PIES, serta dampaknya dalam kehidupan akademik di Indonesia.

Tulisan-tulisan itu dibuat beberapa tahun setelah mereka kembali dari Australia.

Penerbitan buku ini bisa menjadi kelengkapan dokumen, saksi sejarah, dan bukti peradaban atas hubungan baik Australia-Indonesia dalam penguatan pendidikan Islam di negara muslim terbesar di dunia.

Di tengah program-program beasiswa lain, program beasiswa PIES ini sungguh sangat unik, monumental, dan inspiratif. Tingkat keberhasilan ”terobosan akademik” ini bisa dibaca dari refleksi para alumni PIES yang tertulis dalam buku ini.[]

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *