RumahBaca.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud implementasi dari poin pengabdian kepada masyarakat dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Seorang mahasiswa, selain sebagai akademisi dan peneliti, ia juga harus menjadi pengabdi masyarakat. Ini merupakan tanggung jawab sosial seorang insan akademis yang koheren. Ia tidak dapat terpisahkan dari masyarakat.

Karena itu, akademisi yang baik tidak lah ‘sempurna’ jika ia belum mengabdikan dirinya, berbagi ilmu yang diperolehnya di kampus.

KKN juga menjadi momentum emas bagi seorang mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensi dirinya, serta melatih keberanian tampil di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menimba ilmu dan pengalaman melalui pergumulannya secara langsung di tengah-tengah masyarakat. Ia belajar dari masyarakat, belajar merasakan apa yang dirasakan masyarakat, mendengarkan dan menginventarisir problematika yang terjadi di tengah-tengah mereka. Dengan berbekal teori, ilmu dan potensi yang dimilikinya, ia mencoba menganalisis dan mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.

Sebagai wujud nyata dari hal itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam KKN Mandiri Institut Agama Islam Cirebon (IAIC) mengagendakan sebuah workshop dan sharing penulisan fiksi: cerpen dan novel.

Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis (11/03/2021) pukul 09:00 pagi dengan menghadirkan Eni Ratnawati, penulis novel Senja Terbelah di Bumi Surabaya dan Rinai sebagai narasumbernya. Eni merupakan mahasiswa program studi Ekonomi Syari’ah IAI Cirebon. Ia juga aktif menulis cerpen di rumahbaca.id.

Kegiatan workshop penulisan ini bekerjasama dengan rumahbaca.id dan akan dilaksanakan di Griya Baca Alima yang beralamatkan di perumahan Grand Imperium Blok F3/5 Desa Weru Kidul.

Kegiatan ini, menurut Rae Ayunda, panitia penyelenggara, merupakan follow up dari program pendirian dan peluncuran Griya Baca yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh mahasiswi KKN IAI Cirebon (07/03).

Karena melihat keterbatasan tempat dan memperhatikan protokol kesehatan masa pandemi, menurut Rae, peserta yang hadir akan dibatasi.

“Peserta hadir di Griya Baca Alima kami batasi. Ya, cukup 15 orang saja. Peserta yang hadir kami harap memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Namun jangan kuatir, lanjut Rae, kegiatan tersebut rencananya juga akan disiarkan secara live melalui Instagram (IG), agar yang belum berkesempatan hadir bisa ikut menyimak secara online.

Adapun terkait tujuan kegiatan tersebut, menurut Eni Ratnawati, panitia sekaligus narasumber wokshop menyatakan bahwa whorkshop ini ditujukan untuk memasyarakatkan literasi dan meliterasikan masyarakat.

“Kami harap workshop ini dapat memotivasi para remaja untuk berani menulis, khususnya fiksi. Ya, minimal cerita pendek,” jelas Eni.

Selama ini, lanjut Eni, banyak sekali kawan yang ingin menulis cerpen atau novel, tapi bingung bagaimana memulainya, membuat alurnya dan membangun konflik dalam cerita.

“Semoga dengan whorkshop ini, para peserta bisa langsung praktik menulis di tempat melalui hp,” lanjutnya.

Terkait dengan usia peserta, Khoirunnisa, sekretaris panitia mengatakan bahwa sasaran peserta kegiatan workshop adalah remaja dan umum.

“Workshop kali ini diperuntukkan bagi anak usia minimal SMP dan ke atas. Masyarakat umum juga bisa hadir,” tutup Nisa.

Berdasarkan flayer yang tersebar, kegiatan workshop dan sharing tersebut free atau gratis.[Mhr]

Bagikan tulisan ke:

By Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *